Wednesday, December 16, 2015

Mamahku Tante Girang


Telah lebih setahun saya kuliah di Yogya mulai sejak th. 2001 lantas serta berlibur semester tempo hari saya memiliki kesempatan pulang ke daerah asalku di suatu kota kecil di Sumatra. Dirumah cuma tinggal saya, ke-2 orangtua serta adikku yang masih tetap sekolah si SMU. sehari-hari ayahku repot usaha. terkadang pergi satu minggu serta hanya sekian hari dirumah, itupun hanya sesaat saja. Saya tak pernah menganggap bila ibuku termasuk juga wanita yang libidonya tinggi, sampai dengan biasanya ayahku pergi, terang nafsunya tidak tersalurkan.

Saya tahu, ayahku juga mempunyai pacar di kota-kota yang kerap disinggahinya, lantaran saya pernah pergi dengannya sekian hari serta malamnya saya tahu dikamar sebelahku (yang diinapi ayahku) terdengar suara-suara erangan. Paginya saya masuk ke kamar ayahku serta merasakan mereka tengah mandi sembari bercinta. Kembali pada permasalahan Ibuku, mulai sejak satu minggu saya tiba dirumah, ayahku tengah pergi ke luar kota. Malamnya saya pergi dengan sebagian rekanku, kebetulan malam itu malam minggu. Adikku juga pergi ngapelin pacarnya. Ibuku tinggal sendirian di Rumah. Belum jam 9 saya mengambil keputusan untuk pulang ke Rumah untuk temani ibuku.

Butuh ku terangkan rumahku ada disebuah desa yang penduduknya tak terlampau banyak. Dekat rumahku ada suatu sungai serta dikelilingi sawah. Rumahku dikelilingi tembok setinggi 2 mtr. di samping serta belakang. Setibanya dirumah, saya merasakan pintu depan dikunci. Saya lantas jalan ke belakang, namun demikian tiba disamping kamar ibuku kudengar suara-suara orang terlibat percakapan pelan. Ada nada laki-laki. Kupikir ayahku telah datang. Namun kudengar nada itu nada laki-laki yang ku kenal serta bukanlah ayahku. Saya jalan mendekati jendela kaca lebar yang tertutup tirai putih. Lampu di dalam remang-remang. kucoba mencari celah tirai untuk lihat kedalam serta kutemukan di dalam pertemuan pada dua tirai.

Saya lantas jongkok sembari mengintip ke. kulihat ibuku tengah bercakap mesra dengan laki-laki muda yang telah sangatlah ku kenal lantaran dia rekanku. Namanya Akbar. Dia anak tetanggaku yang putus sekolah lantaran orang tuannya miskin. Saya tidak tahu bagaimanakah dia dapat menjalin affair dengan Ibuku, namun yang ku tahu kontolnya besar serta cokelat. Saya pernah beberapakali mandi telanjang di sungai saat SMU sama dia serta sebagian rekan sembari masturbasi dengan sabun mandi. Kami berteman akrab dengan orang lain serta pernah mengurutkan ukuran kontol yang terbesar. Akbar, saya, Iwan serta Adi. Kulihat mereka berhenti bercakap-cakapa sembari pelan Akbar mencium bibir Ibuku (umur ibuku seputar 40 th.).

Ibuku membalas pelan serta merk tampak romantis sekali. Tangan Akbar meremas payudara Ibuku yang masih tetap terbalut daster merah yang bertali. Tangan Ibuku mengelus-elus kontol Akbar yang terbalut celana jeans. Tosisi mereka terbaring berhadap-hadapan. Akbar serta Ibuku sama-sama menjulurkan lidah serta menghisap lidah serta bibir masIng-masing sembari tangan selalu bergerilya. Tangan Akbar telah masuk ke daster Ibuku yang talinya telah turun serta memperlihatkan payudaranya yang dibalut BH. Lantas Akbar pelan turunkan ciumannya ke leher Ibuku sembari tangannya melepas kait BH. Dengan mulut dia melepas kait BH dari punggu Ibuku sampai memperlihatkan payudaranya yang mulai kendor.

Ibuku terduduk dengan bertumpu di ujung ranjang. Akbar buka pakaian kaosnya serta duduk disamping kanan Ibuku sembari selalu menciumi payudara serta meremas vaginanya. Pakaian ibuku telah turun hingga paha, nyatanya dia telah tak Gunakan CD. Vaginanya selalu dielus-elus oleh Akbar. dia menggelinjang serta mengerang-erang pelan sembari tangannya mencari-cari penis Akbar. Tangannya coba buka celana jeans Akbar yang sisi depannya telah menyesak menggumpal. Akbar hentikan ciumannya serta turun dari ranjang. Di depan ibuku yang meraba-raba vagian serta payudaranya sendiri, Akbar buka celana Jeansnya, meninggalkan CD putih yang penisnya telah menyeruak keluar serta sedikit berlendir. “Ayo, sayang” erang Ibuku pelan. Akbar jalan serta naik lagi ke kasur, kesempatan ini dia berlutut disamping ibuku serta membiarkan Ibuku keluarkan penisnya serta bermain dengannya. Pelan ibuku keluarkan penis dari CD serta mengelusnya pelan, lantas Akbar berubah kedepan, persis di depan Ibuku. Lidah Ibuku pelan menjilati penis

Akbar yang tegang, hitam kecoklatan. Lidahnya menjilati ujung penis Akbar seperti makan es cream, lantas pelan-pelan memasukkan penis Akbar ke mulutnya. Akbar mengerang serta meremas rambut Ibuku yang terurai. Pelan-pelan akbar menggoyangkan pantatnya serta bikin penisnya keluar masuk di mulut Ibuku yang duduk tegak dengan kaki mengangkang di antara badan akbar yang berlutut di hadapannya. Kulihat Akbar serta Ibuku demikian nikmati permainan mereka dengan erangan serta sentuhan. Saya yang mulai sejak tadi ngintip sembari jongkok saat ini berlutut serta keluarkan penisku dari sarangnya sembari mengelus pelan selalu lihat adegan di dalam kamar.

Kulihat Akbar mengerang sembari melepas penisnya dari mulut Ibuku serta mengocoknya sampai sperma muncrat di muka ibuku yang menjilati penis Akbar. Akbar lantas berbaring di ranjang, ibuku turun dari ranjang mengambil tissue serta melap penis akbar yang mulai lemas terkulai. Lantas ia beranjak ke kamar mandi dengan telanjang bulat. Ibuku terbalut handuk saat keluar dari kamar mandi dengan muka bersih dari sperma sembari membawa satu gelas minuman serta mencicilkannya ke Akbar. Saya hentikan kocokan di penisku dengan harapan show bakal berlanjut. Kulihat ibuku beranjak menghidupkan TV, suaranya terdengar sayup-sayup keluar serta kudengar nada rintihan serta erangan, segera ku tebak itu VCD porno.

Lima menit ibuku nonton sembari duduk di bibir ranjang. Akbar juga melihat sembari masih tetap berbaring telentang. Sepuluh menit lalu kuliahat penisnya mulai jadi membesar lagi sembari tangannya mengelus-elus hingga ukuran optimal. Lantas dia beranjak kebelakang ibuku serta memeluknya sembari menciumi punggu serta melepas handuk serta meremas payudara ibuku. Ibuku memeluk leher Akbar dari depan sembari berciuman. Akbar sembari selalu mencium Ibuku beranjak turun dari ranjang serta menghadap ibuku yang masih tetap duduk di tepi ranjang, dia berlutut di hadapan ibuku serta mengarahkan berwajah ke vagina ibuku. Ibuku segera mengangkangkan kakinya sampai akbar leluasa mengarahkan lidahnya ke vagina ibuku.

Akbar menjilati vagina ibuku yang menggelinjang serta mengerang pelan. Ibuku makin mengangkangkan kakinya dengan tangan menyokong badan di ranjang. Akbar selalu menjilati serta mengulum vagina Ibuku hingga dia ingin orgasme, tampak dengan badannya yang menegang serta ia memegang kepala Akbar yang ada diselangkanagnanya. Akbar melepas cumbuannya serta membiarakan Ibuku tenang dahulu dengan menciumi bibirnya pelan serta mesra sembari merebahkan badan Ibuku di ranjang dengan kaki masih tetap menjulur ke lantai. Penisnya melekat di paha ibuku yang memeluknya sembari mengelus punggung Akbar

Saya juga di luar yang mengintip sembari masturbasi hampir orgasme, namun kutahan untuk adegan setelah itu yang kutunggu-tunggu. Akbar masih tetap mencumbu bibir Ibuku dengan mesra serta lembut, tangannya menyokong pada kasur sampai tak melekat di badan ibuku, penisnya digesek-gesekkan di seputar selangkangan Ibuku. Akbar beranjak menuju meja rias serta mengambil suatu hal yang nyatanya yaitu cairan pelicin. Dia melumuri penisnya dengan pelicin serta vagina Ibuku. Lantas akbar berlutut di depan ranjang serta menarik badan Ibuku ke depan penisnya. Kaki ibuku mengangkang di bahu Akbar yang tengah memain-mainkan penisnya di liang vagina Ibuku. Sesudah siap, Akbar menghimpit pelan penisnya masuk vagina Ibuku yang merekah di hadapannya. Lantas sesudah masuk seluruhnya, ia mulai mengocok penisnya di vagina Ibuku.

No comments:

Post a Comment