Thursday, December 17, 2015

Awal dari Video Bokep


Suatu narasi ngentot terlepas keperawanan, cerita dua orang ABG yang ngeseks disebabkan terpancing melihat video bokep. Keduanya penasaran dengan adegan ML yang ada di film yang mereka lihat serta pada akhirnya keduanya ngentot serta melepas hasrat birahinya yang pada awal mulanya dipendam.

Secara singkat, demikian Hendy men-scanning FD itu dengan antivirus di komputernya, tampak sekilas ada folder yang bernama ‘jangan dibuka’, ditambah lagi terlihat dilayar computer, isi dari folder itu ada film-film berdurasi pendek yang berupa file 3gp. Sudah pasti hal itu memancing rasa penasaran Andi untuk melihatnya.

Lihat ikon film berjenis 3gp itu automatis bikin Hendy segera berpikiran jelek. Lantaran umumnya film berjenis file 3gp umumnya yaitu film-film dewasa yg tidak layak dipandang oleh anak yang masih tetap di bawah usia terlebih untuk Santi. Waktu di tanya dari tempat mana asal file-file itu, Santi yang ada disamping Andi menjawab tidak paham menahu. Masih tetap diliputi dengan rasa penasaran, Hendy berkemauan coba mengklik satu diantara file itu sesudah men-scan. Santi cuma mencermati apa yang dikerjakan Hendy di sampingnya.

Sesudah sistem scanning FD usai, waktunya Hendy punya niat mengklik folder itu walau nama folder itu ‘jangan dibuka’. Serta nyatanya sangkaan Andi memanglah benar. Andi temukan sebagian ikon file-file film 3gp berdurasi pendek serta berkapasitas kecil.

Demikian Hendy mengklik satu diantara film 3gp itu, tampaklah adegan film yang belum pernah Santi saksikan pada awal mulanya. Gadis cilik yang baru mencapai umur remaja itu automatis tidak berniat turut melihat satu adegan dari sepasang aktris yang berbeda type kelamin yang tengah asik bercumbu.

Tak tahu apa yang ada di pikiran Santi saat mendadak lihat sepasang orang dewasa berjenis kelamin tidak sama yang keduanya sama telanjang bulat serta asik bergelut mesra. Yang pasti, gadis itu terlihat tertegun waktu melihat film di mana seluruhnya aktrisnya tak kenakan baju sekalipun. Boro-boro melihat film dengan aktris telanjang, lihat film yang ada adegan berciuman di mulut saja dia belum pernah. Maklumlah, Santi yaitu anak orang desa yang tinggal jauh dari kota, dia sangatlah tidak sering melihat film.

Tetapi kesempatan ini, si Santi memperoleh peluang segera melihat sepasang orang dewasa berbeda type kelamin itu sama-sama beradu kemesraan diatas ranjang. Dari pengakuannya waktu di tanya, Santi tak pernah lihat seseorang laki-laki atau wanita dewasa tengah telanjang bulat di depan matanya terlebih lihat bagaimanakah rupa kemaluan punya orang laki-laki yang telah dewasa. Hingga baru kali pertama ini Santi dapat lihat bagaimanakah bentuk burung punya seseorang laki-laki sekalian postur badan seksi dari wanita yang telah dewasa.

Hendy jadi maklum bila raut muka Santi masih tetap tercengang saat film itu mempertontonkan adegan telanjang di mana ke-2 matanya bisa melihat segera bentuk sisi kemaluan punya seseorang laki-laki yang masih tetap lemas tengah menjuntai ke bawah. Di seputar kemaluan lelaki itu terlihat juga rambutnya yang agak lebat serta berwarna agak coklat. Sesekali pen|s yang masih tetap lemas itu terselip dibalik pinggul wanitanya waktu ke-2 insan itu memainkan adegan pemanasan. Kepala mereka seolah akan jadi satu waktu asik beradu mulut serta ke-2 mata mereka terlihat sama-sama terpejam seolah-olah tengah berupaya menyelami semua kesenangan yang mereka rasakan.

Terlihat juga, ke-2 tangan lelakinya tak ada cuma bergerak mengelus-elus sekujur badan wanitanya. Sesekali ke-2 tangan itu juga bergerak mengusap-usap serta meremas-remas lembut dibagian buah dada punya wanitanya. Selangkangan wanita itu juga tak luput dari rabaan. Andi mempercepat adegan film itu lantaran tak sabar mau tahu bagaimanakah reaksi gadis manis di sampingnya.

Tindakan pada adegannya juga bertukar. Santi kelihatannya mendadak jadi panas dingin serta duduknya juga makin tak demikian tenang. “Iih! ”, mendadak gadis cilik itu segera memalingkan kepalanya ke seputar saat film itu menunjukkan adegan burung punya lelaki yang masih tetap lemas itu sedikit untuk sedikit mulai masuk ke mulut punya wanitanya untuk diemut..

Hendy sesekali mencermati otomatis bagaimanakah reaksi Santi. Nampaknya gadis itu mulai digelitik rasa penasarannya walau berwajah tetap masih berekspresi jijik pada adegan yang tengah dilihatnya. Bagaimanakah tak, persepsi Santi mungkin saja masih tetap menyampaikan bahwa kemaluan itu berperan untuk keluarkan kotoran atau air kencing. Namun didalam adegan itu, dia lihat bagaimanakah sang wanita sangatlah agresif serta terlihat sangatlah asik menjilati kemaluan laki-lakinya tanpa ada terasa jijik sedikit juga.

Santi kembali di buat tertegun namun samar saat itu juga melihat kemaluan punya seseorang lelaki itu beralih makin memanjang serta tegak mengeras didalam mulut wanitanya, tidak sama jauh dengan pada awal mulanya yang masih tetap lemas. Hendy mulai punya niat menggoda keponakannya yang manis itu,
“Loh burungnya mulai berdiri tuh San! ”
“Hiiih… iya koq dapat demikian? “ tanggapnya seraya ke-2 tangannya bergerak menutupi mulutnya.
Santi lihat ada pergantian bentuk pen|s punya lelaki dewasa yang saat ini perlahan-lahan beralih jadi menegang keras. Burung itu makin jadi membesar serta berdiri kaku waktu ada didalam kuluman mulut serta sesekali dijilati dengan lidah. Terlihat di sekitar kemaluan lelaki itu penuh dengan air liur mulut punya wanitanya. Panorama itu sudah pasti mengundang udara panas bukan sekedar Hendy, sekujur badan Santi juga kelihatannya jadi mendadak menggigil serta hembusan nafasnya makin terang memberat. Hendy berkali-kali lihat kerongkongan Santi bergerak naik turun. Dia juga sekian.

Santi memalingkan kepalanya lagi, kesempatan ini tampak mengutak-atik ponsel kecilnya, tak tahu apa yang diperbuat dengan ponsel itu. Hendy berupaya membaca bhs badan Santi. Nampaknya Santi masih tetap agak kikuk atau mungkin saja mulai punya kebiasaan lihat adegan menjilat kemaluan punya lelaki itu atau dapat pula masih tetap jijik, tak terang. Hendy kembali mempercepat film itu untuk lihat adegan setelah itu yg tidak kalah panas.
“Wah saat ini ubahan titit si wanitanya yang dijilatin” Pancing Andi supaya Santi kembali lihat adegan mesum itu. Upayanya sukses, Santi terpancing untuk menyaksikannya.
“Hmmm…” responnya singkat, kesempatan ini nampaknya dia sangatlah tertarik. Ke-2 matanya terpaku pada adegan film itu.

Santi jadi merinding kesempatan ini sesudah semula mendadak panas dingin. Hendy pernah menangkap bhs badan Santi sebentar menggeletar samar. Tak tahu lagi-lagi Santi terasa di seputar kemaluannya mendadak geli serta basah, bahkan juga mulai merasa seperti kebelet pipis. Posisinya duduknya yang awalannya bersila saat ini terlihat gelisah serta bolak balik berupaya sesuaikan posisi duduknya supaya dapat nyaman. Ke-2 kakinya bergerak tutup untuk kurangi kegelisahannya.

Terlihat lidah punya lelaki didalam film itu bergerak lincah menjilati semua permukaan kemaluan punya wanitanya, bahkan juga dibantu dengan ke-2 tangannya untuk buka guratan vag|nanya supaya makin bebas bikin wanita itu mengerang keenakan. Santi lihat bagaimanakah lidah lelaki itu bergerak lincah menggeser-geser liang kewanitaan pasangannya, sesekali dibarengi dengan mulut yang menyedot kuat dibagian klitorisnya.
“Hmmm.. ” gumamnya Santi lagi.
“Pasti geli banget tuh” kata Andi 1/2 berbisik.

Santi makin di buat gelisah namun ke-2 matanya seolah sulit untuk diarahkan dari rasa penasarannya yang telah terlanjur tinggi saat lihat beragam tindakan didalam film dewasa yang mesum itu. Ke-2 mata Santi betul-betul terpaku melihat dengan cermat adegan film itu. Sesudah seluruhnya segi permukaan kemaluan wanita itu di buat basah serta mengerang senang lantaran jilatan lidah, Sang lelaki lalu beranjak melepas jilatan lidahnya. Mulutnya saat ini bergerak menciumi semua kulit badan pasangannya dengan lembut dari mulai arah kemaluan sampai merambat makin ke atas. Lelaki itu juga bergerak menggagahi perempuannya yang telah berposisi telentang dengan ke-2 kakinya terbuka bebas mengangkang menunjukkan kemaluannya. Santi mungkin saja membatin, apa yang akan dikerjakan sang lelaki itu?, Hendy menduga-duga.

Pertanyaan dari rasa penasarannya saat itu segera saja terjawab. Sang lelaki merangkak naik dengan perlahan-lahan sampai pas diatas badan wanitanya, kemaluannya yang terlihat menegang keras serta besar itu segera disambut lembut satu diantara tangan punya pasangannya. Lalu, dengan gerakan perlahan-lahan, sang lelaki turunkan pinggulnya sedikit seolah-olah menuruti tangan pasangannya yang mengarahkan pen|snya untuk melekat di vag|nanya yang bebas terbuka. Santi makin berdebar-debar melihat adegan itu. Dia kelihatannya tidak mau kehilangan adegan dimana rasa penasarannya pada pen|s punya lelaki itu untuk diapakan oleh sang wanita saat tangannya terlihat menarik pelan batang pen|s itu. Perlahan-lahan namun pasti serta seolah tak yakin dengan apa yang dia saksikan waktu itu, rasa penasarannya kembali terjawab, pen|s punya lelaki itu dituntun ke arah selangkangan punya wanitanya.
“Glekh! ”
Santi kembali menelan air liurnya sendiri membasahi kerongkongannya yang seolah-olah selalu jadi kering.
“aahhh…” terdengar desahan pendek ekspresi nikmat dari mulut wanitanya ketika sisi ujung pen|s punya lelaki itu mulai menyentuh permukaan vag|na kepunyaannya, lalu berlanjut dengan lenguhan yang agak panjang, “Ouuuhhh.. ”. Santi melihat detik untuk detik bagaimanakah pen|s lelaki dewasa itu perlahan-lahan bergerak menekan-nekan serta selalu menekan sampai membelesak masuk penuh ke liang di selangkangan punya wanitanya.

Santi nampaknya tampak agak terperangah. Dia tak pernah sedikitpun menduga awal mulanya bila semua batang pen|s punya lelaki dewasa yang sangatlah panjang serta besar itu bisa masuk semuanya ke liang vag|na punya wanitanya yang tampak sempit.
“Iiihhh.. ” gumam Santi waktu melihatnya.
Terlihat burung punya lelaki itu saat ini dipakai untuk mengaduk-aduk serta mengoyak-oyak semua liang sisi dalam kewanitaan pasangannya itu.
“Iiihh…” gumamnya lagi saat Santi lihat adegannya berlanjut dengan tindakan gerakan maju mundur pinggul lelakinya yang mulai menggenjoti liang vag|na wanitanya dengan batang pen|snya yang telah menancap. Gadis yang masih tetap imut itu melihat dengan terang bagaimanakah adegan kemaluan lelakinya bergerak keluar masuk di liang vag|na punya pasangannya tanpa ada henti. Dari tindakan itu terdengar terang iringan nada desahan wanitanya yang tengah nikmati genjotan pen|s punya lelaki di atas badannya. Dengan jarak yang sangatlah dekat pada kamera serta kemaluan ke-2 insan yang tengah bergelut panas itu, Santi dapat lihat bila batang pen|s lelaki itu terlihat basah serta sedikit berbusa.
“Itu apanya Mas? ” Tanyanya penasaran pada Hendy.
“oh itu yaitu akibatnya karena cairan pelicin punya kemaluan wanitanya yang keluar serta tergesek-gesek burung cowoknya, seperti orang klo nyuci pakaian gitu digesek-gesek dapat keluar busanya” Jawabnya 1/2 asal.
Lalu, mendadak Hendy menyudahi film itu tanpa ada menanti usainya sesudah lihat hasil transfer file-file pelajaran yang diperlukan Santi sudah usai. Begitulah asal mula bagaimanakah Santi kali pertama dalam kehidupannya dapat lihat tontonan film dewasa. Malamnya Santi tidur dirumah Hendy lantaran esok paginya Hendy telah berjanji mengajak Santi jalan-jalan ke kota.

Hendy semalaman masih tetap kerasan duduk di depan komputernya sampai tiba pada saat awal hari. Hendy tak mengerti bila Santi nyatanya terbangun diam-diam. Mungkin saja telinganya menangkap suara-suara waktu si Hendy tengah mengetik atau terganggu disebabkan nada dari adegan film dewasa yang kembali diputarnya sesudah merampungkan kerjaannya. Dari atas ranjangnya, Santi diam-diam mencermati apa yang dikerjakan Hendy di hadapan komputernya. Saat tengah asik-asyiknya melihat, si Hendy dikagetkan dengan nada Santi.
“Film apakah itu Mas? ” bertanya Santi 1/2 berbisik.
“Oh! Anu, ini film seperti tadi malam…” jawabnya 1/2 terkejut.
Hendy bukannya segera tutup film itu namun jadi membiarkan film itu selalu berputar serta sudah pasti si Santi jadi turut melihat dari atas ranjangnya. Kesempatan ini si Hendy melihat film dengan aktris dari Rusia. Terlihat seseorang gadis tengah dicumbu oleh seseorang pria paruh baya. Dengan gerakan pelan, gadis itu akan menempati pinggul pria paruh baya yang burungnya telah berdiri ke atas dengan kata lain siap tempur.

“Burungnya ingin ditindih tuh San” Kata Hendy pada Santi.

“He ehm” jawab Santi lirih mengiyakan.
Keduanya juga terdiam melihat adegan panas yang tengah berputar. Dengan gerakan lembut sambil mendesah-desah lirih, sang aktris dalam film itu berposisi jongkok serta berupaya memasukkan batang kemaluan prianya ke liang vag|nanya. Santi dapat lihat dengan terang bagaimanakah batang kemaluan punya pria itu mulai terbenam sedikit untuk sedikit bersamaan genjotan pinggul aktrisnya yang menghimpit ke bawah. Dalam hitungan sebagian detik, ke-2 mata Santi lihat batang kemaluan prianya telah masuk semuanya ke liang vag|na aktris wanitanya. Lalu wanita itu bergerak liar menggoyang-goyangkan pinggulnya, menggesek-gesekkan selangkangannya, seolah-olah mau cepat-cepat memuaskan rasa gatal di daerah kewanitaannya yang telah basah. Sedang aktor prianya, terlihat pasrah nikmati sensasi nikmat dari hasil goyangan pasangannya yang terlihat liar, ke-2 tangannya menyibukkan diri dengan meremas-remas buah dada, sembari sesekali merangkul badan wanita itu dengan erat.

Nada erangan aktris wanitanya makin kencang diiringi dengan gerakan menggoyangnya yang jadi tambah liar serta agresif. Pikiran Santi telah tak dapat mengerti sensasi nikmat yang mungkin saja dirasa oleh ke-2 pemain film itu.
“Enak tah Mas, digituin? ” bertanya Santi diliputi rasa penasaran.
“Klo nglihat disini seh keknya keenakan banget, San” jawab Hendy. “Apalagi klo ngelihat itu… titit wanitanya dimasukin burung prianya, habis gitu burung prianya digoyang-goyang gak karuan didalam selangkangan wanitanya”, lebih Hendy berupaya memanas-manasi.

Tak tahu bagaimanakah perasaan Santi saat melihat adegan sangatlah panas serta menggugah udara birahi itu ditambah dengan penjelasan Hendy yang berkesan memancing. Yang pasti perasaan Hendy suka dengan kehadiran Santi di tempat tinggalnya, terlebih dapat memancing rasa penasaran gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu.

Adegan juga bertukar, saat ini posisi wanita didalam film itu menungging dengan posisi merangkak, sedang lelakinya mendorong-dorongkan burungnya dari belakang sembari ke-2 tangannya memegangi pantat wanitanya seolah-olah tidak ingin bila pantat itu jadi terlempar. Santi melihat bagaimanakah kemaluan pria itu mengaduk-aduk vag|na wanita itu. Nada erangan wanita itu terdengar kencang menemani gerakan pen|s prianya. Karena sangat kuatnya dorongan pinggul prianya, hingga bikin wanitanya menengadahkan kepalanya ke atas. Tidak berapakah lama sedikit untuk sedikit tumpuan tangan wanitanya mulai tampak melemah sampai bikin badannya ambruk tertelungkup diatas ranjang, sedang pantatnya masih tetap menungging berupaya bertahan terima kesenangan gempuran pinggul prianya yang tetap masih semangat menyodokkan burungnya.

Lama kelamaan, wanita itu kelihatannya telah tak kuat menahan enaknya gempuran sodokkan burung prianya sampai bikin pinggulnya ikut-ikutan tertelungkup. Namun sang pria nampaknya selalu menguber kenikmatannya, dia tak perduli dengan posisi wanitanya yang telah tertelungkup, pinggulnya masih tetap saja selalu menekan-nekan ke pantat wanitanya sampai badan prianya turut tertelungkup menindih badan wanitanya.

Santi saat ini lihat badan wanitanya ditindihi sang pria dari belakang, terlihat pantat pria itu selalu bergerak-gerak menggenjot serta menggoyang pantat wanitanya ke semua arah. Santi jadi turut geli lihat panorama itu. Pikirannya jadi memikirkan begitu gelinya selangkangan dia kalau digoyangi seperti itu. Tangan kanannya selekasnya menyambar guling di sebelahnya lalu dipeluknya erat-erat.

“Hhhhnnggg…” gumam Santi menggeliat seperti akan melemaskan otot-otot badannya yang kaku sambil memeluk lalu menindih guling yang ada disebelahnya.
“Ouhh… aawwhhh… oouuh…” terdengar nada erangan wanita yang makin kencang terdengar dari film itu.

Telinga Hendy mendengar nada ranjang yang dihuni Santi agak menderit-derit samar. Hendy membatin, kelihatannya Santi tengah gelisah. Sesaat Hendy berpura-pura lihat seputar namun sesungguhnya untuk memerhatikan situasi Santi. Hendy lihat ke-2 mata Santi tetap masih melihat film itu dengan posisi tertelungkup sembari menindih gulingnya. Samar-samar terlihat bahwa pantat punya gadis itu bergerak-gerak samar menghimpit gulingnya seolah-olah tengah berupaya menyelami sensasi adegan yang tengah dia saksikan. Tidak lama kemudian Hendy mendengar hembusan nafas yang memberat dari arah Santi. Kelihatannya Santi tengah diliputi perasaan yang membuatnya gelisah. Hendy mengira kesempatan ini Santi pasti tengah rasakan pengalaman sensasi baru, yaitu perasaan yang diliputi gejolak gairah birahi.

Posisi Santi makin tak tenang, dia tak mengerti bila pinggulnya yang bergerak menggoyangi gulingnya sendiri itu dapat menyebabkan nada derit ranjang yang bisa terdengar di telinga Hendy. Tak berselang lama lalu Santi bergerak menumpukan ke-2 sikunya, supaya goyangan serta desakan pantatnya makin merasa menggeseki selangkangannya di guling yang ditindihnya.

Adegan di film itu bertukar posisi, saat ini mereka sama-sama menindih dengan poisi bertemu. Wanitanya telentang dengan ke-2 kakinya yang mengangkang lebar sedang prianya menindih badan wanitanya dengan telungkup. Kemaluan pemain film yang berbeda type itu terlihat kembali menyambung dengan erat. Santi baru kesempatan ini nikmati gairahnya. Terlihat gadis itu makin asik menyelami tiap-tiap adegan panorama didalam film itu tanpa ada perduli dengan Hendy di dekatnya. Nada derit kasur yang dihuni Santi makin terang serta frekwensi deritannya makin banyak dari pada pada awal mulanya, sinyal bahwa Santi juga diliputi udara birahi serta berupaya memuaskan rasa geli dibagian kemaluannya.

Gairah didalam diri Santi makin menjadi-jadi. Gadis cilik itu semakin semangat berupaya menyelami kesenangan yang mungkin saja dirasa oleh sepasang pemain didalam film itu. Makin lama menyelami, makin kerap temukan beragam perasaan geli serta nikmat yang silih bertukar didalam dianya. Hal semacam itu menuntun Santi makin mau memuaskan rasa geli yang menguasainya. Hendy menyadari apa yang dirasa Santi. Dia membiarkan Santi berupaya mencari kenikmatan dari dalam dianya tanpa ada punya niat mengganggu.

Santi makin keranjingan disebabkan rasa kegelian lantaran melihat adegan di mana sodokan kemaluan punya lelakinya makin lama makin cepat sampai bikin wanitanya makin mengerang-erang tak karuan. Terlihat di selangkangan wanita itu batang pen|s itu bergerak maju mundur mengaduk-aduk. Walau demikian, sangatlah terang tampak bila wanita itu juga keranjingan, pinggul wanita itu juga turut bergerak-gerak menemani sodokan pen|s. Bila di buat slow-motion jadi terlihat terang tampak ke-2 pinggul mereka keduanya sama sama-sama bergerak maju mundur berniat ditubrukkan, hingga bikin semua batang pen|s itu bolak-balik masuk penuh sampai cuma tersisa pangkal serta buah pelirnya.

Tidak mau Santi cepat-cepat meraih kepuasannya, Hendy mendadak berinisiatif tutup filmnya ditukar dengan film dewasa yang lain. Hendy tahu benar dari derit nada ranjang, bila film itu diteruskan, besar kemungkinan kegelisahan raga Santi bakal terpuaskan serta Santi bakal terasa jemu sebentar. Tidak mau berlangsung seperti itu, Hendy ganti film yang lain, sudah pasti kesenangan yang dirasa Santi mesti diawali dari pertama lagi.

Demikian Hendy ganti filmnya, terdengar Santi spontan menggeliatkan tubuhnya. Benar sangkaan Hendy, desakan kegelisahan Santi kelihatannya tak jadi terpuaskan bahkan juga kembali seperti awal. Hendy seolah-olah dapat mengatur nafsu Santi, atau mungkin saja jadi mengakibatkan kerusakan konsentrasinya.

Menggoda Santi, tak bikin Andi luput dari serangan dampak birahi sendiri. Hendy telah dari tadi rasakan batang kemaluannya tegak mengeras serta ngilu disebabkan terganjal celana pendeknya. Makin tegang batang kemaluannya bikin makin merasa tekanan nafsu yang bergejolak didalam dianya. Hendy mulai dibayangi pikiran nakal pada Santi. Mau sekali dia dapat nikmati gairah birahinya berbarengan dengan gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu. Sesekali nampak niatan untuk mencari-cari peluang menggoda Santi.

Namun Hendy tidak mau mengambil kemungkinan besar bila niatan isengnya berbuah malapetaka. Dengan sulit payah dia berupaya untuk mengatur kesadarannya supaya senantiasa sadar didalam situasinya. Walau diliputi hasrat birahi yang telah tinggi, Hendy terus berupaya tunjukkan sikap seperti umum saja.
Hari telah mulai mendekati subuh, nada kokok ayam mulai terdengar bersahutan. Mata Hendy makin merasa berat untuk dipaksa terus buka. Sampai pada akhirnya, kesadarannya juga menghilang dengan cara mendadak. Sedang film yang dia lihat belum ditutup, cuma tinggal seseorang gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu yang memiliki kesempatan melihat film-film dewasa.

Terasa tontonannya bolak-balik kembali berputar seperti awalannya serta lihat Hendy telah terlelap, Santi membulatkan tekad turun dari ranjangnya menuju computer Hendy untuk ganti filmnya. Rasa penasarannya pada film dewasa itu bikin dianya bergejolak penuh gairah yang sangatlah asing namun nikmat.
Dilihatnya Hendy telah tertidur nyenyak dengan tertelungkup di sebelahnya, namun tidak berselang lama dia menggigau serta ganti posisinya telentang. Ke-2 mata Santi automatis menangkap ada panorama gundukan aneh yang memiliki bentuk memanjang dibagian bawah perut Hendy , pasti tidak lain yaitu burung Hendy sendiri. Santi sebentar di buat tertegun waktu melihatnya. Namun perhatiannya berpindah ke computer Hendy.
Ke-2 tangan Santi mendadak bergerak sangatlah cekatan hal semacam itu berlangsung lantaran terdorong oleh nafsu. Santi melihat-lihat semua daftar judul film-film dewasa yang ada di computer Hendy dengan leluasa. Rasa penasarannya yang tinggi itu tak dapat dia tahan untuk selekasnya dipuaskan. Situasi yang sangatlah sepi itu sangatlah mensupport untuk Santi untuk lihat misteri dari film dewasa yang baru kesempatan ini dia saksikan. Disamping itu, daftar film yang ada dikomputer Hendy terbilang lumayan komplit. Dari mulai film lesbian, beastility, sampai kartun dewasa seluruhnya ada komplit.

Sesekali Santi lihat ke arah Hendy yang masih tetap tertidur lelap di sebelahnya. Dia juga sesekali melirik ke arah gundukan memanjang dibawah perut punya Hendy. Lantaran telah dikuasai udara nafsu serta rasa penasaran yang tinggi, sebentar muncul hasrat di kepala Santi untuk coba memegang burung Hendy yang masih tetap tertutup celana kolor pendeknya. Awalannya sangsi takut Hendy  terbangun, namun disebabkan rasa penasarannya terlampau tinggi pada akhirnya Santi juga mendadak nekad.

Sembari nikmati adegan mesum film dewasa yang dia lihat, tangan kanannya nekad meraba-raba celana kolor yang dikenakan Hendy . Jari-jemari tangan kanannya yang mungil itu bisa selekasnya temukan ada suatu gundukan memanjang dibalik celana kolor Hendy. Santi terasa mujur saat merasakan Hendy nyatanya tak kenakan celana dalam waktu itu hingga tangannya dengan terang bisa rasakan batang kemaluan punya Hendy yang telah mengeras dibalik celana.

Masih tetap penasaran, Santi makin berani, gadis itu nekad menelusupkan tangan kanannya masuk ke celana Hendy yang agak kendor lewat satu diantara celah di paha Hendy. Dengan gampang, Santi temukan suatu benda yang telah menegang serta keras yang tidak lain yaitu kemaluan Hendy. Dibelai-belainya benda itu untuk memuaskan rasa penasarannya bagaimanakah sensasi saat memegang burung punya seseorang laki-laki dewasa.
Santi makin bergairah, merasa celana dalamnya makin membasah. Bahkan juga gadis muda itu makin gemas dengan burung Hendy yang merasa berkedut-kedut. Ditambah tontonan film yang mengadegankan mengulumi kemaluan punya lelaki, Santi jadi tergoda untuk menirunya. Hasrat birahinya telah menggelapkan kesadaran Santi bakal situasinya. Dengan sigap, celana kolor Hendy sedikit di turunkan sampai tampak batang burungnya tanpa ada takut sepupunya itu terbangun. Sesaat dia amati burung Hendy yang terlihat menegang serta besar itu. Lalu, sleepppp…. Santi nekad memasukkan burung itu ke mulutnya yang masih tetap mungil.
Tak tahu apa yang dirasa Santi waktu sukses mengulum burung Hendy, yang pasti mulutnya yang mungil itu seolah tak pernah senang nikmati tegangnya burung Hendy waktu didalam mulutnya. Sembari sesekali melihat film di depannya, Santi mengulum burung Hendyseperti yang ada didalam film itu.
Hendy mendadak kembali sadar dari tidurnya, merasa ada suatu hal yang sangatlah nikmat tengah menyebar di semua batang kemaluannya, hangat, lembut, serta basah. Hendy terperanjat lantaran tingkah Santi, namun lantaran terasa sangatlah enak, Hendy berpura-pura masih tetap tertidur lelap. Santi tak mengerti bila Hendy sesungguhnya terbangun dari tidurnya. Karena sangat enjoy-nya, Santi selalu saja mengemuti serta menghisap-isap burung Hendy seraya selalu melihat film dewasanya.

Hendy juga tidak mau melupakan kesempatannya untuk memuaskan rasa penasarannya pada Santi. Mulai sejak awal Hendy sangatlah penasaran bagaimanakah terasa kemaluan seseorang gadis muda yang baru mencapai remaja itu bila telah terbakar nafsu birahi. Dengan perlahan-lahan, berpura-pura seperti orang tengah menggeliat, tangan kanan Hendy bergerak menelusup segera ke rok Santi yang agak terungkap. Tanpa ada diarahkan, jari jemari tangan Hendy telah sukses meraba-raba seputar selangkangan Santi.

Mujur untuk Hendy, didapati celana dalam punya gadis mungil itu rupanya telah miring serta terlihat longgar. Kebetulan, pikir Hendy, jari-jemarinya tak menjumpai kesusahan menjelajahi seputar selangkangan Santi. Sampai pada akhirnya, tidak hingga hitungan menit kemaluan Santi sudah tergapai oleh jari telunjuk Hendy.
Awalannya Santi agak kaget, namun lantaran saudaranya itu bereaksi mengasyikkan dianya, jadi Santi membiarkan jari-jemari Andi bergerak leluasa menyentuh semua segi selangkangannya sampai termasuk juga menjamahi sisi kemaluannya.

“Ahh..! ” desah Santi waktu rasakan jemari Hendy sudah tiba di kemaluannya. Pada terperanjat lantaran baru pertama kalinya ada tangan punya orang lain menjamah sisi vitalnya, juga keenakan lantaran organ vitalnya nyatanya tengah dibelai-belai lembut.

Hendy cuma dapat tersenyum didalam hati, pria itu tak berani buka mata lantaran takut Santi jadi malu. Cuma saja dia tak pernah menganggap pada awal mulanya bila kemaluan seseorang gadis yang baru mencapai umur remaja itu dapat sangatlah becek dikarenakan nafsu birahinya mencapai puncak disebabkan film dewasa. Bukan sekedar itu, burungnya juga turut terserang imbas mengakibatkan.

Bukan sekedar penasaran dengan organ vital punya gadis sangatlah belia itu, Andi juga penasaran dengan bentuk dada punya Santi. Dengan masih tetap berpura-pura tidur, tangan kirinya bergerak perlahan-lahan menelusup masuk menggerayangi kulit pinggang Santi yang putih mulus serta halus itu.

Awalannya agak terganggu waktu tangan kiri Hendy mulai bergerak menyeka pinggangnya, tetapi lantaran nampak sensasi enak, jadi Santi membiarkan pinggangnya dijamah. Gadis itu rasakan keenakan berkali-kali waktu pinggangnya dibelai-belai Hendy. Santi yang baru kesempatan ini digempur perasaan nikmat di semua segi, bikin dianya seolah-olah tersihir untuk selalu menikmatinya tanpa ada penolakan. Bahkan juga membuatnya makin semangat memainkan burung Hendy sambil nikmati sensasi yang dirasakannya.

Gairahnya makin mencapai puncak saja pada saat Hendy dapat membuainya ke kesenangan yang makin dalam. Diiringi dengan sentuhan jari dibagian klitorisnya serta usapan-usapan lembut di seputar pinggang sampai punggungnya bikin Santi bereaksi seperti penari ular yang menari-nari dengan cara erotis. Rabaan untuk rabaan tangan Hendy seolah-olah dapat menyihir kesadaran Santi supaya selalu terbuai ke dunia birahi.

Rasa penasaran Hendy untuk rasakan bentuk bentuk serta kekenyalan payudara punya seseorang gadis yang masih tetap sangatlah belia seperti Santi tidak berselang lama sukses terpuaskan. Walau Hendy tidak bisa melihatnya dengan cara segera, walau demikian dia bisa rasakan bagaimanakah bentuk serta rasa kekenyalan payudara punya gadis muda itu lewat usapan jari jemari serta telapak tangan kirinya.

Hendy rasakan dengan cermat sisi payudara Santi. Lewat jari-jemarinya yang bergerak lincah bak menari-nari, dia berupaya mencari-cari putingnya. Hendy temukan sisi itu seolah akan mencuat keluar dari tempatnya karena sangat terangsangnya gadis itu. Hendy juga selekasnya tahu kisar besaran bulatan payudara Santi. Gadis yang baru masuk umur remaja itu mempunyai bulatan buah dada cuma sebesar 1/2 belahan bola tenis, namun kekenyalannya telah cukup bisa dirasa dengan terang.

Mengenai sensasi sentuhan tangan Hendy di seputar dadanya menyebabkan perasaan geli bercampur nyaman, hingga bikin Santi makin pasrah serta tak akan terasa risih pada saat semua badannya dijamah akan diusap-usap oleh Hendy . Bahkan juga karena sangat gelinya memaksa Santi kerapkali menggelinjang kegelian. Bukan sekedar itu, gempuran jari telunjuk Hendy yang sedari tadi bergerak-gerak lincah di klitoris Santi makin membuatnya takluk terbuai kesenangan. Hendy makin gemas pada saat sampai terdengar nada seperti decakan-decakan disebabkan karena sangat basahnya vag|na Santi yang selalu di-jawil jari Andi. Berkali-kali Santi sangat terpaksa di buat menggelinjang sambil mendesah berat waktu kegeliannya mencapai puncak berkali-kali tidak tertahan di seputar selangkangannya.

Gadis belia itu makin tak sadarkan diri larut didalam lautan kesenangan. Sesekali dia lihat adegan film yang masih tetap jalan, sesekali juga mengocok-ngocok kemaluan Hendy waktu dianya di buat kegelian yang sangat sangatlah. Mendadak Santi berinisiatif merubah posisinya.

Nada kokok ayam makin terang. Nampaknya hari makin mendekati pagi. Walau sekian didalam kamar Hendy seolah-olah cuma terdengar desahan-desahan nafas berat yang sama-sama bersahutan dari ke-2 insan yang telah dikuasai hasrat birahi. Santi nampaknya makin di pengaruhi oleh adegan-adegan panas yang dimainkan didalam film itu. Hasratnya mengikuti seperti didalam adegan panas itu makin kuat serta makin mengganggu pikirannya. Rasa penasarannya untuk dapat nikmati apa yang diberi nama jalinan seksual makin tinggi, Santi telah tak akan memerhatikan usianya yang masih tetap sangatlah belia dalam hal semacam ini. Jadi seluruhnya bergantung dari Hendy.

Sembari sesekali lihat ke arah film di computer Hendy, Santi memposisikan dianya akan menindih Hendy. Tetapi sesaat dia sedikit sangsi. Lihat kondisi seperti itu, Hendy tahu bila Santi masih tetap ada rasa malu-malu. Hingga selekasnya dibimbingnya dengan cara perlahan-lahan dengan memakai ke-2 tangannya untuk membimbing badan Santi supaya tak ragu-ragu lagi penuhi hasrat penasarannya. Santi jadi agak tenang serta terasa kembali semangat. Tanpa ada ragu-ragu seperti yang dia saksikan di film dewasa itu, Santi menanggalkan celana dalamnya sendiri. Kemudian giliran turunkan celana kolor Hendy sampai ke tengah pahanya.

Sebentar Santi kembali terpaku. Dia jadi sedikit deg-degan demikian lihat burung Andi yang memiliki bentuk telah sangatlah besar serta memanjang kaku. Namun hasratnya juga telah sangat tinggi untuk selekasnya nikmati bagaimanakah terasa tempelkan kemaluannya yang telah gatal di sekujur burung punya Andi itu.
Demikian lihat muka Andi yang masih tetap terpejam, Santi nekad cepat-cepat mau merasakannya. Dengan selekasnya, kaki kanannya diangkat untuk dapat duduk diatas badan Andi yang tengah telentang. Kemaluannya yang telah sangatlah basah itu cepat-cepat disandarkannya pas dimana burung Andi tengah berdiri kaku.
“Ouh.. ” Baik Andi serta Santi keduanya sama spontan melenguh. Keduanya keduanya sama di buat terperanjat waktu semasing kemaluannya mulai bersua melekat erat. Santi berniat pas mendudukkan pantatnya diatas burung Andi. Perasaan nikmat baru yang nampak makin bertambah, terasa makin menggoda hati, bikin keduanya makin kerasan berlama-lama dalam bercumbu.

Saat ke-2 kemaluan yang berbeda type itu sama-sama bersentuhan, nikmat yang dirasa oleh keduanya mungkin saja tidak sama. Santi didorong perasaan penasaran yang sangatlah kuat didalam dianya untuk nikmati sensasi burung punya seseorang laki-laki di kemaluannya. Sedang Andi sendiri demikian penasaran dengan vag|na gadis cilik itu yang telah sangatlah basah.

Lantaran masih tetap pertama dalam kehidupannya, Santi seperti takut-takut menjajaki kenikmatannya. Perlahan-lahan namun pasti selangkangannya yang saat ini telah beradu dengan burung Andi mulai digerak-gerakkan lewat cara menggesek-gesek maju mundur. Automatis vag|nanya yang telah basah itu makin terang terima gelitikan-gelitikan disebabkan pergesekan dengan sekujur burung Andi yang keras itu.

Rangkaian sensasi nikmat yang tidak terkira muncul bersamaan dengan gesekan vag|nanya di sekujur batang burung punya Hendy. Makin lama Santi jadi tambah keranjingan dengan kenikmatannya, membuatnya jadi tidak sadarkan diri jika bibir kemaluannya saat ini makin terkuak membelah. Situasi itu menaikkan geli saja dibagian permukaan vag|nanya. Lenguhan-lenguhan manja juga makin sering terdengar di telinga Hendy, yang juga menyebabkan makin memancing rasa gemasnya pada Santi.

Sedang apa yang dirasa Hendy walau tidak sama, walau demikian kenikmatannya tidak kalah tingginya. Di sekujur batang burungnya yang sangatlah menegang keras itu seolah-olah tengah diurut-urut dengan memakai satu benda lunak yang sangatlah licin serta hangat. Terasa klenyir-klenyir menggelikan.
Santi makin tidak sadarkan dianya. Pinggulnya seolah-olah tidak dapat lagi menahan beban semuanya dari pundaknya. Supaya keseimbangannya terbangun, ke-2 tangan Santi segera menumpu di dada Hendy yang agak bagian itu. Sedang Hendy meresponnya dengan memainkan kembali ke-2 tangannya menelusup nakal dibalik kaos Santi. Ke-2 tangannya tak menjumpai kesusahan yang bermakna waktu berupaya menjelajahi dada Santi. Ke-2 payudara punya Santi juga kembali dia dapatkan, penutup dada punya Santi yang telah tak teratur posisinya sangatlah menolong Hendy temukan sepasang gundukan payudara ranum yang besarnya masih tetap 1/2 bola tenis itu.

Demikian terasa sisi dadanya seolah ditahan oleh ke-2 tangan Hendy , Santi terasa beban badannya terkurangi hingga makin leluasa dia memusatkan gairahnya dibagian selangkangannya. Santi tak pernah menduga pada awal mulanya jika kesenangan yang demikian tinggi ini dapat dia rasakan saat ini. Ke-2 matanya yang indah itu tak akan lihat film yang masih tetap memutarkan adegan-adegan panasnya, tetapi telah terpejam lantaran asik meresapi beragam sensasi enak yang dirasakannya.

Sedang Hendy tak kalah keranjingannya disebabkan permainan panas itu. Lelaki itu nikmati merdunya nada lenguhan kecil yang keluar dari bibir mungil punya Santi. Nada itu seolah-olah dapat menyihirnya supaya selalu ingin memberi kesenangan yang tidak ada henti pada Santi. Rintihan-rintihan manja itu seolah mengharapkan kenikmatannya akan tidak putus sampai puncaknya.

Hendyrasakan geli yang tidak henti-hentinya pada saat sekujur burungnya selalu digeseki selangkangan Santi yang telah membanjir. Sedang Santi sendiri bisa rasakan sensasi puncak kesenangan pertamanya akan selekasnya nampak. Goyangan-goyangan pinggulnya makin dipercepat, sedang jari jemari di ke-2 tangannya yang bertumpu di dada Hendy makin menegang agak mencengkeram. Lenguhan-lenguhan di bibirnya beralih jadi rintihan-rintihan manja yang makin cepat, nafasnya terlihat makin sengal serta putus-putus tak teratur. Nada decak yang disebabkan oleh gesekan vag|nanya makin terang.

Hendy lihat gerakan Santi keseluruhannya seperti seekor cacing yang sangatlah kepanasan didalam penggorengan yang bara. Badannya meliuk-liuk dengan sendirinya bersamaan dengan irama kesenangan yang dirasakannya. Lelaki itu makin gemas saja dengan style Santi yang makin liar serta semangat. Tidak pernah dia kira bila pada hari itu dianya dapat lihat seseorang gadis yang masih tetap berumur sangatlah belia tengah dikuasai hasrat birahi yang demikian besar. Rambutnya yang semula rapi sepinggang saat ini terlihat berantakan tak berbentuk, walau sekian di mata Hendy jadi menimbulkan kesan sensual yang bisa menaikkan gairahnya. Belum lagi energi-energi liar yang tak tahu bersumber dari tempat mana yang bisa bikin badan gadis muda itu bergerak erotis tak berpola. Peluh keringat yang terlihat berkilat-kilat di seputar tengkuk leher sampai dahi Santi menaikkan kesan di persepsi Hendy bahwa gadis muda yang awalannya lugu serta polos itu saat ini betul-betul bermetamorfosis jadi gadis yang sangatlah menggairahkan.

Merasa juga di ke-2 telapak tangan Hendy yang sedari tadi repot menjamahi buah dada punya gadis belia itu bercampur dengan peluh keringatnya menyebabkan remasan-remasannya jadi licin.
Sampai tidak lama kemudian….
“Aakhh… aakkhh… akkhhh.. ”

Terdengar sekian kali lengkingan panjang dari mulut mungil Santi serta diiringi dengan kelejotan badannya yang mengejang-ngejang kaku. Ke-2 kakinya yang sedari tadi mengangkang terbuka bebas, saat ini mendadak mengapit. Santi menjepitkan ke-2 pangkal pahanya kuat-kuat di pinggang Hendy sambil berkelojotan. Sedang Hendy cuma terlihat sedikit kebingungan lihat reaksi mendadak Santi yang mendadak berkelojotan tak keruan. Nyatanya sesudah dilihat cermat, Santi alami apa yang dinakan orgasme. Puncak kenikmatan birahi pertama dalam kehidupannya.

Selesai mengejang-ngejang sebagian waktu, Hendy lihat badan Santi kelihatannya jadi sedikit lemas. Dengan penuh perhatian, ke-2 tangan Hendy bergerak menuntun pundak Santi dengan perlahan-lahan supaya gadis itu dapat menentramkan diri sesaat diatas badannya dengan posisi menelungkup. Santi sangat terpaksa tak malu-malu atau menampik bahkan juga dia sadar bahwa keperluan sekarang ini selesai orgasme pertamanya yaitu istirahat.
“Keringatmu keluar banyak Dik.. ” kata Hendy 1/2 berbisik sambil mengelus-elus punggung gadis itu.
“He ehm…” Santi menjawab seadanya.
“Mas singkap dikit yah agar sedikit gak kepanasan” tawar Hendy penuh perhatian.

Santi tak menjawab dengan cara segera tawaran Hendy , dia cuma menggumam lirih serta menganggukkan kepalanya samar sinyal sepakat. Memperoleh kesepakatan dari gadis manis yang masih tetap belia itu, jadi dengan selekasnya ke-2 tangannya bergerak sigap sedikit untuk sedikit menyibakkan kaosnya ke atas supaya punggungnya terbuka bebas dengan maksud supaya gadis itu tak kegerahan.

Sembari mengelus-elus lembut punggung Santi, Hendy  nikmati sensasi membersihkan peluh-peluh keringat yang keluar di sekujur punggung Santi. Hendy rasakan kehangatan serta licinnya punggung Santi yang lewat usapan untuk usapan di sekujur badan gadis itu. Rambut hitam sepinggul panjangnya punya gadis itu juga diungkapkan Hendy supaya tak menutupi sekujur punggungnya yang putih mulus itu. Santi mendadak lega demikian rasakan udara fresh seolah-olah meniup badannya yang merasa masih tetap kegerahan.

No comments:

Post a Comment