Thursday, December 17, 2015

Awal dari Video Bokep


Suatu narasi ngentot terlepas keperawanan, cerita dua orang ABG yang ngeseks disebabkan terpancing melihat video bokep. Keduanya penasaran dengan adegan ML yang ada di film yang mereka lihat serta pada akhirnya keduanya ngentot serta melepas hasrat birahinya yang pada awal mulanya dipendam.

Secara singkat, demikian Hendy men-scanning FD itu dengan antivirus di komputernya, tampak sekilas ada folder yang bernama ‘jangan dibuka’, ditambah lagi terlihat dilayar computer, isi dari folder itu ada film-film berdurasi pendek yang berupa file 3gp. Sudah pasti hal itu memancing rasa penasaran Andi untuk melihatnya.

Lihat ikon film berjenis 3gp itu automatis bikin Hendy segera berpikiran jelek. Lantaran umumnya film berjenis file 3gp umumnya yaitu film-film dewasa yg tidak layak dipandang oleh anak yang masih tetap di bawah usia terlebih untuk Santi. Waktu di tanya dari tempat mana asal file-file itu, Santi yang ada disamping Andi menjawab tidak paham menahu. Masih tetap diliputi dengan rasa penasaran, Hendy berkemauan coba mengklik satu diantara file itu sesudah men-scan. Santi cuma mencermati apa yang dikerjakan Hendy di sampingnya.

Sesudah sistem scanning FD usai, waktunya Hendy punya niat mengklik folder itu walau nama folder itu ‘jangan dibuka’. Serta nyatanya sangkaan Andi memanglah benar. Andi temukan sebagian ikon file-file film 3gp berdurasi pendek serta berkapasitas kecil.

Demikian Hendy mengklik satu diantara film 3gp itu, tampaklah adegan film yang belum pernah Santi saksikan pada awal mulanya. Gadis cilik yang baru mencapai umur remaja itu automatis tidak berniat turut melihat satu adegan dari sepasang aktris yang berbeda type kelamin yang tengah asik bercumbu.

Tak tahu apa yang ada di pikiran Santi saat mendadak lihat sepasang orang dewasa berjenis kelamin tidak sama yang keduanya sama telanjang bulat serta asik bergelut mesra. Yang pasti, gadis itu terlihat tertegun waktu melihat film di mana seluruhnya aktrisnya tak kenakan baju sekalipun. Boro-boro melihat film dengan aktris telanjang, lihat film yang ada adegan berciuman di mulut saja dia belum pernah. Maklumlah, Santi yaitu anak orang desa yang tinggal jauh dari kota, dia sangatlah tidak sering melihat film.

Tetapi kesempatan ini, si Santi memperoleh peluang segera melihat sepasang orang dewasa berbeda type kelamin itu sama-sama beradu kemesraan diatas ranjang. Dari pengakuannya waktu di tanya, Santi tak pernah lihat seseorang laki-laki atau wanita dewasa tengah telanjang bulat di depan matanya terlebih lihat bagaimanakah rupa kemaluan punya orang laki-laki yang telah dewasa. Hingga baru kali pertama ini Santi dapat lihat bagaimanakah bentuk burung punya seseorang laki-laki sekalian postur badan seksi dari wanita yang telah dewasa.

Hendy jadi maklum bila raut muka Santi masih tetap tercengang saat film itu mempertontonkan adegan telanjang di mana ke-2 matanya bisa melihat segera bentuk sisi kemaluan punya seseorang laki-laki yang masih tetap lemas tengah menjuntai ke bawah. Di seputar kemaluan lelaki itu terlihat juga rambutnya yang agak lebat serta berwarna agak coklat. Sesekali pen|s yang masih tetap lemas itu terselip dibalik pinggul wanitanya waktu ke-2 insan itu memainkan adegan pemanasan. Kepala mereka seolah akan jadi satu waktu asik beradu mulut serta ke-2 mata mereka terlihat sama-sama terpejam seolah-olah tengah berupaya menyelami semua kesenangan yang mereka rasakan.

Terlihat juga, ke-2 tangan lelakinya tak ada cuma bergerak mengelus-elus sekujur badan wanitanya. Sesekali ke-2 tangan itu juga bergerak mengusap-usap serta meremas-remas lembut dibagian buah dada punya wanitanya. Selangkangan wanita itu juga tak luput dari rabaan. Andi mempercepat adegan film itu lantaran tak sabar mau tahu bagaimanakah reaksi gadis manis di sampingnya.

Tindakan pada adegannya juga bertukar. Santi kelihatannya mendadak jadi panas dingin serta duduknya juga makin tak demikian tenang. “Iih! ”, mendadak gadis cilik itu segera memalingkan kepalanya ke seputar saat film itu menunjukkan adegan burung punya lelaki yang masih tetap lemas itu sedikit untuk sedikit mulai masuk ke mulut punya wanitanya untuk diemut..

Hendy sesekali mencermati otomatis bagaimanakah reaksi Santi. Nampaknya gadis itu mulai digelitik rasa penasarannya walau berwajah tetap masih berekspresi jijik pada adegan yang tengah dilihatnya. Bagaimanakah tak, persepsi Santi mungkin saja masih tetap menyampaikan bahwa kemaluan itu berperan untuk keluarkan kotoran atau air kencing. Namun didalam adegan itu, dia lihat bagaimanakah sang wanita sangatlah agresif serta terlihat sangatlah asik menjilati kemaluan laki-lakinya tanpa ada terasa jijik sedikit juga.

Santi kembali di buat tertegun namun samar saat itu juga melihat kemaluan punya seseorang lelaki itu beralih makin memanjang serta tegak mengeras didalam mulut wanitanya, tidak sama jauh dengan pada awal mulanya yang masih tetap lemas. Hendy mulai punya niat menggoda keponakannya yang manis itu,
“Loh burungnya mulai berdiri tuh San! ”
“Hiiih… iya koq dapat demikian? “ tanggapnya seraya ke-2 tangannya bergerak menutupi mulutnya.
Santi lihat ada pergantian bentuk pen|s punya lelaki dewasa yang saat ini perlahan-lahan beralih jadi menegang keras. Burung itu makin jadi membesar serta berdiri kaku waktu ada didalam kuluman mulut serta sesekali dijilati dengan lidah. Terlihat di sekitar kemaluan lelaki itu penuh dengan air liur mulut punya wanitanya. Panorama itu sudah pasti mengundang udara panas bukan sekedar Hendy, sekujur badan Santi juga kelihatannya jadi mendadak menggigil serta hembusan nafasnya makin terang memberat. Hendy berkali-kali lihat kerongkongan Santi bergerak naik turun. Dia juga sekian.

Santi memalingkan kepalanya lagi, kesempatan ini tampak mengutak-atik ponsel kecilnya, tak tahu apa yang diperbuat dengan ponsel itu. Hendy berupaya membaca bhs badan Santi. Nampaknya Santi masih tetap agak kikuk atau mungkin saja mulai punya kebiasaan lihat adegan menjilat kemaluan punya lelaki itu atau dapat pula masih tetap jijik, tak terang. Hendy kembali mempercepat film itu untuk lihat adegan setelah itu yg tidak kalah panas.
“Wah saat ini ubahan titit si wanitanya yang dijilatin” Pancing Andi supaya Santi kembali lihat adegan mesum itu. Upayanya sukses, Santi terpancing untuk menyaksikannya.
“Hmmm…” responnya singkat, kesempatan ini nampaknya dia sangatlah tertarik. Ke-2 matanya terpaku pada adegan film itu.

Santi jadi merinding kesempatan ini sesudah semula mendadak panas dingin. Hendy pernah menangkap bhs badan Santi sebentar menggeletar samar. Tak tahu lagi-lagi Santi terasa di seputar kemaluannya mendadak geli serta basah, bahkan juga mulai merasa seperti kebelet pipis. Posisinya duduknya yang awalannya bersila saat ini terlihat gelisah serta bolak balik berupaya sesuaikan posisi duduknya supaya dapat nyaman. Ke-2 kakinya bergerak tutup untuk kurangi kegelisahannya.

Terlihat lidah punya lelaki didalam film itu bergerak lincah menjilati semua permukaan kemaluan punya wanitanya, bahkan juga dibantu dengan ke-2 tangannya untuk buka guratan vag|nanya supaya makin bebas bikin wanita itu mengerang keenakan. Santi lihat bagaimanakah lidah lelaki itu bergerak lincah menggeser-geser liang kewanitaan pasangannya, sesekali dibarengi dengan mulut yang menyedot kuat dibagian klitorisnya.
“Hmmm.. ” gumamnya Santi lagi.
“Pasti geli banget tuh” kata Andi 1/2 berbisik.

Santi makin di buat gelisah namun ke-2 matanya seolah sulit untuk diarahkan dari rasa penasarannya yang telah terlanjur tinggi saat lihat beragam tindakan didalam film dewasa yang mesum itu. Ke-2 mata Santi betul-betul terpaku melihat dengan cermat adegan film itu. Sesudah seluruhnya segi permukaan kemaluan wanita itu di buat basah serta mengerang senang lantaran jilatan lidah, Sang lelaki lalu beranjak melepas jilatan lidahnya. Mulutnya saat ini bergerak menciumi semua kulit badan pasangannya dengan lembut dari mulai arah kemaluan sampai merambat makin ke atas. Lelaki itu juga bergerak menggagahi perempuannya yang telah berposisi telentang dengan ke-2 kakinya terbuka bebas mengangkang menunjukkan kemaluannya. Santi mungkin saja membatin, apa yang akan dikerjakan sang lelaki itu?, Hendy menduga-duga.

Pertanyaan dari rasa penasarannya saat itu segera saja terjawab. Sang lelaki merangkak naik dengan perlahan-lahan sampai pas diatas badan wanitanya, kemaluannya yang terlihat menegang keras serta besar itu segera disambut lembut satu diantara tangan punya pasangannya. Lalu, dengan gerakan perlahan-lahan, sang lelaki turunkan pinggulnya sedikit seolah-olah menuruti tangan pasangannya yang mengarahkan pen|snya untuk melekat di vag|nanya yang bebas terbuka. Santi makin berdebar-debar melihat adegan itu. Dia kelihatannya tidak mau kehilangan adegan dimana rasa penasarannya pada pen|s punya lelaki itu untuk diapakan oleh sang wanita saat tangannya terlihat menarik pelan batang pen|s itu. Perlahan-lahan namun pasti serta seolah tak yakin dengan apa yang dia saksikan waktu itu, rasa penasarannya kembali terjawab, pen|s punya lelaki itu dituntun ke arah selangkangan punya wanitanya.
“Glekh! ”
Santi kembali menelan air liurnya sendiri membasahi kerongkongannya yang seolah-olah selalu jadi kering.
“aahhh…” terdengar desahan pendek ekspresi nikmat dari mulut wanitanya ketika sisi ujung pen|s punya lelaki itu mulai menyentuh permukaan vag|na kepunyaannya, lalu berlanjut dengan lenguhan yang agak panjang, “Ouuuhhh.. ”. Santi melihat detik untuk detik bagaimanakah pen|s lelaki dewasa itu perlahan-lahan bergerak menekan-nekan serta selalu menekan sampai membelesak masuk penuh ke liang di selangkangan punya wanitanya.

Santi nampaknya tampak agak terperangah. Dia tak pernah sedikitpun menduga awal mulanya bila semua batang pen|s punya lelaki dewasa yang sangatlah panjang serta besar itu bisa masuk semuanya ke liang vag|na punya wanitanya yang tampak sempit.
“Iiihhh.. ” gumam Santi waktu melihatnya.
Terlihat burung punya lelaki itu saat ini dipakai untuk mengaduk-aduk serta mengoyak-oyak semua liang sisi dalam kewanitaan pasangannya itu.
“Iiihh…” gumamnya lagi saat Santi lihat adegannya berlanjut dengan tindakan gerakan maju mundur pinggul lelakinya yang mulai menggenjoti liang vag|na wanitanya dengan batang pen|snya yang telah menancap. Gadis yang masih tetap imut itu melihat dengan terang bagaimanakah adegan kemaluan lelakinya bergerak keluar masuk di liang vag|na punya pasangannya tanpa ada henti. Dari tindakan itu terdengar terang iringan nada desahan wanitanya yang tengah nikmati genjotan pen|s punya lelaki di atas badannya. Dengan jarak yang sangatlah dekat pada kamera serta kemaluan ke-2 insan yang tengah bergelut panas itu, Santi dapat lihat bila batang pen|s lelaki itu terlihat basah serta sedikit berbusa.
“Itu apanya Mas? ” Tanyanya penasaran pada Hendy.
“oh itu yaitu akibatnya karena cairan pelicin punya kemaluan wanitanya yang keluar serta tergesek-gesek burung cowoknya, seperti orang klo nyuci pakaian gitu digesek-gesek dapat keluar busanya” Jawabnya 1/2 asal.
Lalu, mendadak Hendy menyudahi film itu tanpa ada menanti usainya sesudah lihat hasil transfer file-file pelajaran yang diperlukan Santi sudah usai. Begitulah asal mula bagaimanakah Santi kali pertama dalam kehidupannya dapat lihat tontonan film dewasa. Malamnya Santi tidur dirumah Hendy lantaran esok paginya Hendy telah berjanji mengajak Santi jalan-jalan ke kota.

Hendy semalaman masih tetap kerasan duduk di depan komputernya sampai tiba pada saat awal hari. Hendy tak mengerti bila Santi nyatanya terbangun diam-diam. Mungkin saja telinganya menangkap suara-suara waktu si Hendy tengah mengetik atau terganggu disebabkan nada dari adegan film dewasa yang kembali diputarnya sesudah merampungkan kerjaannya. Dari atas ranjangnya, Santi diam-diam mencermati apa yang dikerjakan Hendy di hadapan komputernya. Saat tengah asik-asyiknya melihat, si Hendy dikagetkan dengan nada Santi.
“Film apakah itu Mas? ” bertanya Santi 1/2 berbisik.
“Oh! Anu, ini film seperti tadi malam…” jawabnya 1/2 terkejut.
Hendy bukannya segera tutup film itu namun jadi membiarkan film itu selalu berputar serta sudah pasti si Santi jadi turut melihat dari atas ranjangnya. Kesempatan ini si Hendy melihat film dengan aktris dari Rusia. Terlihat seseorang gadis tengah dicumbu oleh seseorang pria paruh baya. Dengan gerakan pelan, gadis itu akan menempati pinggul pria paruh baya yang burungnya telah berdiri ke atas dengan kata lain siap tempur.

“Burungnya ingin ditindih tuh San” Kata Hendy pada Santi.

“He ehm” jawab Santi lirih mengiyakan.
Keduanya juga terdiam melihat adegan panas yang tengah berputar. Dengan gerakan lembut sambil mendesah-desah lirih, sang aktris dalam film itu berposisi jongkok serta berupaya memasukkan batang kemaluan prianya ke liang vag|nanya. Santi dapat lihat dengan terang bagaimanakah batang kemaluan punya pria itu mulai terbenam sedikit untuk sedikit bersamaan genjotan pinggul aktrisnya yang menghimpit ke bawah. Dalam hitungan sebagian detik, ke-2 mata Santi lihat batang kemaluan prianya telah masuk semuanya ke liang vag|na aktris wanitanya. Lalu wanita itu bergerak liar menggoyang-goyangkan pinggulnya, menggesek-gesekkan selangkangannya, seolah-olah mau cepat-cepat memuaskan rasa gatal di daerah kewanitaannya yang telah basah. Sedang aktor prianya, terlihat pasrah nikmati sensasi nikmat dari hasil goyangan pasangannya yang terlihat liar, ke-2 tangannya menyibukkan diri dengan meremas-remas buah dada, sembari sesekali merangkul badan wanita itu dengan erat.

Nada erangan aktris wanitanya makin kencang diiringi dengan gerakan menggoyangnya yang jadi tambah liar serta agresif. Pikiran Santi telah tak dapat mengerti sensasi nikmat yang mungkin saja dirasa oleh ke-2 pemain film itu.
“Enak tah Mas, digituin? ” bertanya Santi diliputi rasa penasaran.
“Klo nglihat disini seh keknya keenakan banget, San” jawab Hendy. “Apalagi klo ngelihat itu… titit wanitanya dimasukin burung prianya, habis gitu burung prianya digoyang-goyang gak karuan didalam selangkangan wanitanya”, lebih Hendy berupaya memanas-manasi.

Tak tahu bagaimanakah perasaan Santi saat melihat adegan sangatlah panas serta menggugah udara birahi itu ditambah dengan penjelasan Hendy yang berkesan memancing. Yang pasti perasaan Hendy suka dengan kehadiran Santi di tempat tinggalnya, terlebih dapat memancing rasa penasaran gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu.

Adegan juga bertukar, saat ini posisi wanita didalam film itu menungging dengan posisi merangkak, sedang lelakinya mendorong-dorongkan burungnya dari belakang sembari ke-2 tangannya memegangi pantat wanitanya seolah-olah tidak ingin bila pantat itu jadi terlempar. Santi melihat bagaimanakah kemaluan pria itu mengaduk-aduk vag|na wanita itu. Nada erangan wanita itu terdengar kencang menemani gerakan pen|s prianya. Karena sangat kuatnya dorongan pinggul prianya, hingga bikin wanitanya menengadahkan kepalanya ke atas. Tidak berapakah lama sedikit untuk sedikit tumpuan tangan wanitanya mulai tampak melemah sampai bikin badannya ambruk tertelungkup diatas ranjang, sedang pantatnya masih tetap menungging berupaya bertahan terima kesenangan gempuran pinggul prianya yang tetap masih semangat menyodokkan burungnya.

Lama kelamaan, wanita itu kelihatannya telah tak kuat menahan enaknya gempuran sodokkan burung prianya sampai bikin pinggulnya ikut-ikutan tertelungkup. Namun sang pria nampaknya selalu menguber kenikmatannya, dia tak perduli dengan posisi wanitanya yang telah tertelungkup, pinggulnya masih tetap saja selalu menekan-nekan ke pantat wanitanya sampai badan prianya turut tertelungkup menindih badan wanitanya.

Santi saat ini lihat badan wanitanya ditindihi sang pria dari belakang, terlihat pantat pria itu selalu bergerak-gerak menggenjot serta menggoyang pantat wanitanya ke semua arah. Santi jadi turut geli lihat panorama itu. Pikirannya jadi memikirkan begitu gelinya selangkangan dia kalau digoyangi seperti itu. Tangan kanannya selekasnya menyambar guling di sebelahnya lalu dipeluknya erat-erat.

“Hhhhnnggg…” gumam Santi menggeliat seperti akan melemaskan otot-otot badannya yang kaku sambil memeluk lalu menindih guling yang ada disebelahnya.
“Ouhh… aawwhhh… oouuh…” terdengar nada erangan wanita yang makin kencang terdengar dari film itu.

Telinga Hendy mendengar nada ranjang yang dihuni Santi agak menderit-derit samar. Hendy membatin, kelihatannya Santi tengah gelisah. Sesaat Hendy berpura-pura lihat seputar namun sesungguhnya untuk memerhatikan situasi Santi. Hendy lihat ke-2 mata Santi tetap masih melihat film itu dengan posisi tertelungkup sembari menindih gulingnya. Samar-samar terlihat bahwa pantat punya gadis itu bergerak-gerak samar menghimpit gulingnya seolah-olah tengah berupaya menyelami sensasi adegan yang tengah dia saksikan. Tidak lama kemudian Hendy mendengar hembusan nafas yang memberat dari arah Santi. Kelihatannya Santi tengah diliputi perasaan yang membuatnya gelisah. Hendy mengira kesempatan ini Santi pasti tengah rasakan pengalaman sensasi baru, yaitu perasaan yang diliputi gejolak gairah birahi.

Posisi Santi makin tak tenang, dia tak mengerti bila pinggulnya yang bergerak menggoyangi gulingnya sendiri itu dapat menyebabkan nada derit ranjang yang bisa terdengar di telinga Hendy. Tak berselang lama lalu Santi bergerak menumpukan ke-2 sikunya, supaya goyangan serta desakan pantatnya makin merasa menggeseki selangkangannya di guling yang ditindihnya.

Adegan di film itu bertukar posisi, saat ini mereka sama-sama menindih dengan poisi bertemu. Wanitanya telentang dengan ke-2 kakinya yang mengangkang lebar sedang prianya menindih badan wanitanya dengan telungkup. Kemaluan pemain film yang berbeda type itu terlihat kembali menyambung dengan erat. Santi baru kesempatan ini nikmati gairahnya. Terlihat gadis itu makin asik menyelami tiap-tiap adegan panorama didalam film itu tanpa ada perduli dengan Hendy di dekatnya. Nada derit kasur yang dihuni Santi makin terang serta frekwensi deritannya makin banyak dari pada pada awal mulanya, sinyal bahwa Santi juga diliputi udara birahi serta berupaya memuaskan rasa geli dibagian kemaluannya.

Gairah didalam diri Santi makin menjadi-jadi. Gadis cilik itu semakin semangat berupaya menyelami kesenangan yang mungkin saja dirasa oleh sepasang pemain didalam film itu. Makin lama menyelami, makin kerap temukan beragam perasaan geli serta nikmat yang silih bertukar didalam dianya. Hal semacam itu menuntun Santi makin mau memuaskan rasa geli yang menguasainya. Hendy menyadari apa yang dirasa Santi. Dia membiarkan Santi berupaya mencari kenikmatan dari dalam dianya tanpa ada punya niat mengganggu.

Santi makin keranjingan disebabkan rasa kegelian lantaran melihat adegan di mana sodokan kemaluan punya lelakinya makin lama makin cepat sampai bikin wanitanya makin mengerang-erang tak karuan. Terlihat di selangkangan wanita itu batang pen|s itu bergerak maju mundur mengaduk-aduk. Walau demikian, sangatlah terang tampak bila wanita itu juga keranjingan, pinggul wanita itu juga turut bergerak-gerak menemani sodokan pen|s. Bila di buat slow-motion jadi terlihat terang tampak ke-2 pinggul mereka keduanya sama sama-sama bergerak maju mundur berniat ditubrukkan, hingga bikin semua batang pen|s itu bolak-balik masuk penuh sampai cuma tersisa pangkal serta buah pelirnya.

Tidak mau Santi cepat-cepat meraih kepuasannya, Hendy mendadak berinisiatif tutup filmnya ditukar dengan film dewasa yang lain. Hendy tahu benar dari derit nada ranjang, bila film itu diteruskan, besar kemungkinan kegelisahan raga Santi bakal terpuaskan serta Santi bakal terasa jemu sebentar. Tidak mau berlangsung seperti itu, Hendy ganti film yang lain, sudah pasti kesenangan yang dirasa Santi mesti diawali dari pertama lagi.

Demikian Hendy ganti filmnya, terdengar Santi spontan menggeliatkan tubuhnya. Benar sangkaan Hendy, desakan kegelisahan Santi kelihatannya tak jadi terpuaskan bahkan juga kembali seperti awal. Hendy seolah-olah dapat mengatur nafsu Santi, atau mungkin saja jadi mengakibatkan kerusakan konsentrasinya.

Menggoda Santi, tak bikin Andi luput dari serangan dampak birahi sendiri. Hendy telah dari tadi rasakan batang kemaluannya tegak mengeras serta ngilu disebabkan terganjal celana pendeknya. Makin tegang batang kemaluannya bikin makin merasa tekanan nafsu yang bergejolak didalam dianya. Hendy mulai dibayangi pikiran nakal pada Santi. Mau sekali dia dapat nikmati gairah birahinya berbarengan dengan gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu. Sesekali nampak niatan untuk mencari-cari peluang menggoda Santi.

Namun Hendy tidak mau mengambil kemungkinan besar bila niatan isengnya berbuah malapetaka. Dengan sulit payah dia berupaya untuk mengatur kesadarannya supaya senantiasa sadar didalam situasinya. Walau diliputi hasrat birahi yang telah tinggi, Hendy terus berupaya tunjukkan sikap seperti umum saja.
Hari telah mulai mendekati subuh, nada kokok ayam mulai terdengar bersahutan. Mata Hendy makin merasa berat untuk dipaksa terus buka. Sampai pada akhirnya, kesadarannya juga menghilang dengan cara mendadak. Sedang film yang dia lihat belum ditutup, cuma tinggal seseorang gadis muda yang baru mencapai umur remaja itu yang memiliki kesempatan melihat film-film dewasa.

Terasa tontonannya bolak-balik kembali berputar seperti awalannya serta lihat Hendy telah terlelap, Santi membulatkan tekad turun dari ranjangnya menuju computer Hendy untuk ganti filmnya. Rasa penasarannya pada film dewasa itu bikin dianya bergejolak penuh gairah yang sangatlah asing namun nikmat.
Dilihatnya Hendy telah tertidur nyenyak dengan tertelungkup di sebelahnya, namun tidak berselang lama dia menggigau serta ganti posisinya telentang. Ke-2 mata Santi automatis menangkap ada panorama gundukan aneh yang memiliki bentuk memanjang dibagian bawah perut Hendy , pasti tidak lain yaitu burung Hendy sendiri. Santi sebentar di buat tertegun waktu melihatnya. Namun perhatiannya berpindah ke computer Hendy.
Ke-2 tangan Santi mendadak bergerak sangatlah cekatan hal semacam itu berlangsung lantaran terdorong oleh nafsu. Santi melihat-lihat semua daftar judul film-film dewasa yang ada di computer Hendy dengan leluasa. Rasa penasarannya yang tinggi itu tak dapat dia tahan untuk selekasnya dipuaskan. Situasi yang sangatlah sepi itu sangatlah mensupport untuk Santi untuk lihat misteri dari film dewasa yang baru kesempatan ini dia saksikan. Disamping itu, daftar film yang ada dikomputer Hendy terbilang lumayan komplit. Dari mulai film lesbian, beastility, sampai kartun dewasa seluruhnya ada komplit.

Sesekali Santi lihat ke arah Hendy yang masih tetap tertidur lelap di sebelahnya. Dia juga sesekali melirik ke arah gundukan memanjang dibawah perut punya Hendy. Lantaran telah dikuasai udara nafsu serta rasa penasaran yang tinggi, sebentar muncul hasrat di kepala Santi untuk coba memegang burung Hendy yang masih tetap tertutup celana kolor pendeknya. Awalannya sangsi takut Hendy  terbangun, namun disebabkan rasa penasarannya terlampau tinggi pada akhirnya Santi juga mendadak nekad.

Sembari nikmati adegan mesum film dewasa yang dia lihat, tangan kanannya nekad meraba-raba celana kolor yang dikenakan Hendy . Jari-jemari tangan kanannya yang mungil itu bisa selekasnya temukan ada suatu gundukan memanjang dibalik celana kolor Hendy. Santi terasa mujur saat merasakan Hendy nyatanya tak kenakan celana dalam waktu itu hingga tangannya dengan terang bisa rasakan batang kemaluan punya Hendy yang telah mengeras dibalik celana.

Masih tetap penasaran, Santi makin berani, gadis itu nekad menelusupkan tangan kanannya masuk ke celana Hendy yang agak kendor lewat satu diantara celah di paha Hendy. Dengan gampang, Santi temukan suatu benda yang telah menegang serta keras yang tidak lain yaitu kemaluan Hendy. Dibelai-belainya benda itu untuk memuaskan rasa penasarannya bagaimanakah sensasi saat memegang burung punya seseorang laki-laki dewasa.
Santi makin bergairah, merasa celana dalamnya makin membasah. Bahkan juga gadis muda itu makin gemas dengan burung Hendy yang merasa berkedut-kedut. Ditambah tontonan film yang mengadegankan mengulumi kemaluan punya lelaki, Santi jadi tergoda untuk menirunya. Hasrat birahinya telah menggelapkan kesadaran Santi bakal situasinya. Dengan sigap, celana kolor Hendy sedikit di turunkan sampai tampak batang burungnya tanpa ada takut sepupunya itu terbangun. Sesaat dia amati burung Hendy yang terlihat menegang serta besar itu. Lalu, sleepppp…. Santi nekad memasukkan burung itu ke mulutnya yang masih tetap mungil.
Tak tahu apa yang dirasa Santi waktu sukses mengulum burung Hendy, yang pasti mulutnya yang mungil itu seolah tak pernah senang nikmati tegangnya burung Hendy waktu didalam mulutnya. Sembari sesekali melihat film di depannya, Santi mengulum burung Hendyseperti yang ada didalam film itu.
Hendy mendadak kembali sadar dari tidurnya, merasa ada suatu hal yang sangatlah nikmat tengah menyebar di semua batang kemaluannya, hangat, lembut, serta basah. Hendy terperanjat lantaran tingkah Santi, namun lantaran terasa sangatlah enak, Hendy berpura-pura masih tetap tertidur lelap. Santi tak mengerti bila Hendy sesungguhnya terbangun dari tidurnya. Karena sangat enjoy-nya, Santi selalu saja mengemuti serta menghisap-isap burung Hendy seraya selalu melihat film dewasanya.

Hendy juga tidak mau melupakan kesempatannya untuk memuaskan rasa penasarannya pada Santi. Mulai sejak awal Hendy sangatlah penasaran bagaimanakah terasa kemaluan seseorang gadis muda yang baru mencapai remaja itu bila telah terbakar nafsu birahi. Dengan perlahan-lahan, berpura-pura seperti orang tengah menggeliat, tangan kanan Hendy bergerak menelusup segera ke rok Santi yang agak terungkap. Tanpa ada diarahkan, jari jemari tangan Hendy telah sukses meraba-raba seputar selangkangan Santi.

Mujur untuk Hendy, didapati celana dalam punya gadis mungil itu rupanya telah miring serta terlihat longgar. Kebetulan, pikir Hendy, jari-jemarinya tak menjumpai kesusahan menjelajahi seputar selangkangan Santi. Sampai pada akhirnya, tidak hingga hitungan menit kemaluan Santi sudah tergapai oleh jari telunjuk Hendy.
Awalannya Santi agak kaget, namun lantaran saudaranya itu bereaksi mengasyikkan dianya, jadi Santi membiarkan jari-jemari Andi bergerak leluasa menyentuh semua segi selangkangannya sampai termasuk juga menjamahi sisi kemaluannya.

“Ahh..! ” desah Santi waktu rasakan jemari Hendy sudah tiba di kemaluannya. Pada terperanjat lantaran baru pertama kalinya ada tangan punya orang lain menjamah sisi vitalnya, juga keenakan lantaran organ vitalnya nyatanya tengah dibelai-belai lembut.

Hendy cuma dapat tersenyum didalam hati, pria itu tak berani buka mata lantaran takut Santi jadi malu. Cuma saja dia tak pernah menganggap pada awal mulanya bila kemaluan seseorang gadis yang baru mencapai umur remaja itu dapat sangatlah becek dikarenakan nafsu birahinya mencapai puncak disebabkan film dewasa. Bukan sekedar itu, burungnya juga turut terserang imbas mengakibatkan.

Bukan sekedar penasaran dengan organ vital punya gadis sangatlah belia itu, Andi juga penasaran dengan bentuk dada punya Santi. Dengan masih tetap berpura-pura tidur, tangan kirinya bergerak perlahan-lahan menelusup masuk menggerayangi kulit pinggang Santi yang putih mulus serta halus itu.

Awalannya agak terganggu waktu tangan kiri Hendy mulai bergerak menyeka pinggangnya, tetapi lantaran nampak sensasi enak, jadi Santi membiarkan pinggangnya dijamah. Gadis itu rasakan keenakan berkali-kali waktu pinggangnya dibelai-belai Hendy. Santi yang baru kesempatan ini digempur perasaan nikmat di semua segi, bikin dianya seolah-olah tersihir untuk selalu menikmatinya tanpa ada penolakan. Bahkan juga membuatnya makin semangat memainkan burung Hendy sambil nikmati sensasi yang dirasakannya.

Gairahnya makin mencapai puncak saja pada saat Hendy dapat membuainya ke kesenangan yang makin dalam. Diiringi dengan sentuhan jari dibagian klitorisnya serta usapan-usapan lembut di seputar pinggang sampai punggungnya bikin Santi bereaksi seperti penari ular yang menari-nari dengan cara erotis. Rabaan untuk rabaan tangan Hendy seolah-olah dapat menyihir kesadaran Santi supaya selalu terbuai ke dunia birahi.

Rasa penasaran Hendy untuk rasakan bentuk bentuk serta kekenyalan payudara punya seseorang gadis yang masih tetap sangatlah belia seperti Santi tidak berselang lama sukses terpuaskan. Walau Hendy tidak bisa melihatnya dengan cara segera, walau demikian dia bisa rasakan bagaimanakah bentuk serta rasa kekenyalan payudara punya gadis muda itu lewat usapan jari jemari serta telapak tangan kirinya.

Hendy rasakan dengan cermat sisi payudara Santi. Lewat jari-jemarinya yang bergerak lincah bak menari-nari, dia berupaya mencari-cari putingnya. Hendy temukan sisi itu seolah akan mencuat keluar dari tempatnya karena sangat terangsangnya gadis itu. Hendy juga selekasnya tahu kisar besaran bulatan payudara Santi. Gadis yang baru masuk umur remaja itu mempunyai bulatan buah dada cuma sebesar 1/2 belahan bola tenis, namun kekenyalannya telah cukup bisa dirasa dengan terang.

Mengenai sensasi sentuhan tangan Hendy di seputar dadanya menyebabkan perasaan geli bercampur nyaman, hingga bikin Santi makin pasrah serta tak akan terasa risih pada saat semua badannya dijamah akan diusap-usap oleh Hendy . Bahkan juga karena sangat gelinya memaksa Santi kerapkali menggelinjang kegelian. Bukan sekedar itu, gempuran jari telunjuk Hendy yang sedari tadi bergerak-gerak lincah di klitoris Santi makin membuatnya takluk terbuai kesenangan. Hendy makin gemas pada saat sampai terdengar nada seperti decakan-decakan disebabkan karena sangat basahnya vag|na Santi yang selalu di-jawil jari Andi. Berkali-kali Santi sangat terpaksa di buat menggelinjang sambil mendesah berat waktu kegeliannya mencapai puncak berkali-kali tidak tertahan di seputar selangkangannya.

Gadis belia itu makin tak sadarkan diri larut didalam lautan kesenangan. Sesekali dia lihat adegan film yang masih tetap jalan, sesekali juga mengocok-ngocok kemaluan Hendy waktu dianya di buat kegelian yang sangat sangatlah. Mendadak Santi berinisiatif merubah posisinya.

Nada kokok ayam makin terang. Nampaknya hari makin mendekati pagi. Walau sekian didalam kamar Hendy seolah-olah cuma terdengar desahan-desahan nafas berat yang sama-sama bersahutan dari ke-2 insan yang telah dikuasai hasrat birahi. Santi nampaknya makin di pengaruhi oleh adegan-adegan panas yang dimainkan didalam film itu. Hasratnya mengikuti seperti didalam adegan panas itu makin kuat serta makin mengganggu pikirannya. Rasa penasarannya untuk dapat nikmati apa yang diberi nama jalinan seksual makin tinggi, Santi telah tak akan memerhatikan usianya yang masih tetap sangatlah belia dalam hal semacam ini. Jadi seluruhnya bergantung dari Hendy.

Sembari sesekali lihat ke arah film di computer Hendy, Santi memposisikan dianya akan menindih Hendy. Tetapi sesaat dia sedikit sangsi. Lihat kondisi seperti itu, Hendy tahu bila Santi masih tetap ada rasa malu-malu. Hingga selekasnya dibimbingnya dengan cara perlahan-lahan dengan memakai ke-2 tangannya untuk membimbing badan Santi supaya tak ragu-ragu lagi penuhi hasrat penasarannya. Santi jadi agak tenang serta terasa kembali semangat. Tanpa ada ragu-ragu seperti yang dia saksikan di film dewasa itu, Santi menanggalkan celana dalamnya sendiri. Kemudian giliran turunkan celana kolor Hendy sampai ke tengah pahanya.

Sebentar Santi kembali terpaku. Dia jadi sedikit deg-degan demikian lihat burung Andi yang memiliki bentuk telah sangatlah besar serta memanjang kaku. Namun hasratnya juga telah sangat tinggi untuk selekasnya nikmati bagaimanakah terasa tempelkan kemaluannya yang telah gatal di sekujur burung punya Andi itu.
Demikian lihat muka Andi yang masih tetap terpejam, Santi nekad cepat-cepat mau merasakannya. Dengan selekasnya, kaki kanannya diangkat untuk dapat duduk diatas badan Andi yang tengah telentang. Kemaluannya yang telah sangatlah basah itu cepat-cepat disandarkannya pas dimana burung Andi tengah berdiri kaku.
“Ouh.. ” Baik Andi serta Santi keduanya sama spontan melenguh. Keduanya keduanya sama di buat terperanjat waktu semasing kemaluannya mulai bersua melekat erat. Santi berniat pas mendudukkan pantatnya diatas burung Andi. Perasaan nikmat baru yang nampak makin bertambah, terasa makin menggoda hati, bikin keduanya makin kerasan berlama-lama dalam bercumbu.

Saat ke-2 kemaluan yang berbeda type itu sama-sama bersentuhan, nikmat yang dirasa oleh keduanya mungkin saja tidak sama. Santi didorong perasaan penasaran yang sangatlah kuat didalam dianya untuk nikmati sensasi burung punya seseorang laki-laki di kemaluannya. Sedang Andi sendiri demikian penasaran dengan vag|na gadis cilik itu yang telah sangatlah basah.

Lantaran masih tetap pertama dalam kehidupannya, Santi seperti takut-takut menjajaki kenikmatannya. Perlahan-lahan namun pasti selangkangannya yang saat ini telah beradu dengan burung Andi mulai digerak-gerakkan lewat cara menggesek-gesek maju mundur. Automatis vag|nanya yang telah basah itu makin terang terima gelitikan-gelitikan disebabkan pergesekan dengan sekujur burung Andi yang keras itu.

Rangkaian sensasi nikmat yang tidak terkira muncul bersamaan dengan gesekan vag|nanya di sekujur batang burung punya Hendy. Makin lama Santi jadi tambah keranjingan dengan kenikmatannya, membuatnya jadi tidak sadarkan diri jika bibir kemaluannya saat ini makin terkuak membelah. Situasi itu menaikkan geli saja dibagian permukaan vag|nanya. Lenguhan-lenguhan manja juga makin sering terdengar di telinga Hendy, yang juga menyebabkan makin memancing rasa gemasnya pada Santi.

Sedang apa yang dirasa Hendy walau tidak sama, walau demikian kenikmatannya tidak kalah tingginya. Di sekujur batang burungnya yang sangatlah menegang keras itu seolah-olah tengah diurut-urut dengan memakai satu benda lunak yang sangatlah licin serta hangat. Terasa klenyir-klenyir menggelikan.
Santi makin tidak sadarkan dianya. Pinggulnya seolah-olah tidak dapat lagi menahan beban semuanya dari pundaknya. Supaya keseimbangannya terbangun, ke-2 tangan Santi segera menumpu di dada Hendy yang agak bagian itu. Sedang Hendy meresponnya dengan memainkan kembali ke-2 tangannya menelusup nakal dibalik kaos Santi. Ke-2 tangannya tak menjumpai kesusahan yang bermakna waktu berupaya menjelajahi dada Santi. Ke-2 payudara punya Santi juga kembali dia dapatkan, penutup dada punya Santi yang telah tak teratur posisinya sangatlah menolong Hendy temukan sepasang gundukan payudara ranum yang besarnya masih tetap 1/2 bola tenis itu.

Demikian terasa sisi dadanya seolah ditahan oleh ke-2 tangan Hendy , Santi terasa beban badannya terkurangi hingga makin leluasa dia memusatkan gairahnya dibagian selangkangannya. Santi tak pernah menduga pada awal mulanya jika kesenangan yang demikian tinggi ini dapat dia rasakan saat ini. Ke-2 matanya yang indah itu tak akan lihat film yang masih tetap memutarkan adegan-adegan panasnya, tetapi telah terpejam lantaran asik meresapi beragam sensasi enak yang dirasakannya.

Sedang Hendy tak kalah keranjingannya disebabkan permainan panas itu. Lelaki itu nikmati merdunya nada lenguhan kecil yang keluar dari bibir mungil punya Santi. Nada itu seolah-olah dapat menyihirnya supaya selalu ingin memberi kesenangan yang tidak ada henti pada Santi. Rintihan-rintihan manja itu seolah mengharapkan kenikmatannya akan tidak putus sampai puncaknya.

Hendyrasakan geli yang tidak henti-hentinya pada saat sekujur burungnya selalu digeseki selangkangan Santi yang telah membanjir. Sedang Santi sendiri bisa rasakan sensasi puncak kesenangan pertamanya akan selekasnya nampak. Goyangan-goyangan pinggulnya makin dipercepat, sedang jari jemari di ke-2 tangannya yang bertumpu di dada Hendy makin menegang agak mencengkeram. Lenguhan-lenguhan di bibirnya beralih jadi rintihan-rintihan manja yang makin cepat, nafasnya terlihat makin sengal serta putus-putus tak teratur. Nada decak yang disebabkan oleh gesekan vag|nanya makin terang.

Hendy lihat gerakan Santi keseluruhannya seperti seekor cacing yang sangatlah kepanasan didalam penggorengan yang bara. Badannya meliuk-liuk dengan sendirinya bersamaan dengan irama kesenangan yang dirasakannya. Lelaki itu makin gemas saja dengan style Santi yang makin liar serta semangat. Tidak pernah dia kira bila pada hari itu dianya dapat lihat seseorang gadis yang masih tetap berumur sangatlah belia tengah dikuasai hasrat birahi yang demikian besar. Rambutnya yang semula rapi sepinggang saat ini terlihat berantakan tak berbentuk, walau sekian di mata Hendy jadi menimbulkan kesan sensual yang bisa menaikkan gairahnya. Belum lagi energi-energi liar yang tak tahu bersumber dari tempat mana yang bisa bikin badan gadis muda itu bergerak erotis tak berpola. Peluh keringat yang terlihat berkilat-kilat di seputar tengkuk leher sampai dahi Santi menaikkan kesan di persepsi Hendy bahwa gadis muda yang awalannya lugu serta polos itu saat ini betul-betul bermetamorfosis jadi gadis yang sangatlah menggairahkan.

Merasa juga di ke-2 telapak tangan Hendy yang sedari tadi repot menjamahi buah dada punya gadis belia itu bercampur dengan peluh keringatnya menyebabkan remasan-remasannya jadi licin.
Sampai tidak lama kemudian….
“Aakhh… aakkhh… akkhhh.. ”

Terdengar sekian kali lengkingan panjang dari mulut mungil Santi serta diiringi dengan kelejotan badannya yang mengejang-ngejang kaku. Ke-2 kakinya yang sedari tadi mengangkang terbuka bebas, saat ini mendadak mengapit. Santi menjepitkan ke-2 pangkal pahanya kuat-kuat di pinggang Hendy sambil berkelojotan. Sedang Hendy cuma terlihat sedikit kebingungan lihat reaksi mendadak Santi yang mendadak berkelojotan tak keruan. Nyatanya sesudah dilihat cermat, Santi alami apa yang dinakan orgasme. Puncak kenikmatan birahi pertama dalam kehidupannya.

Selesai mengejang-ngejang sebagian waktu, Hendy lihat badan Santi kelihatannya jadi sedikit lemas. Dengan penuh perhatian, ke-2 tangan Hendy bergerak menuntun pundak Santi dengan perlahan-lahan supaya gadis itu dapat menentramkan diri sesaat diatas badannya dengan posisi menelungkup. Santi sangat terpaksa tak malu-malu atau menampik bahkan juga dia sadar bahwa keperluan sekarang ini selesai orgasme pertamanya yaitu istirahat.
“Keringatmu keluar banyak Dik.. ” kata Hendy 1/2 berbisik sambil mengelus-elus punggung gadis itu.
“He ehm…” Santi menjawab seadanya.
“Mas singkap dikit yah agar sedikit gak kepanasan” tawar Hendy penuh perhatian.

Santi tak menjawab dengan cara segera tawaran Hendy , dia cuma menggumam lirih serta menganggukkan kepalanya samar sinyal sepakat. Memperoleh kesepakatan dari gadis manis yang masih tetap belia itu, jadi dengan selekasnya ke-2 tangannya bergerak sigap sedikit untuk sedikit menyibakkan kaosnya ke atas supaya punggungnya terbuka bebas dengan maksud supaya gadis itu tak kegerahan.

Sembari mengelus-elus lembut punggung Santi, Hendy  nikmati sensasi membersihkan peluh-peluh keringat yang keluar di sekujur punggung Santi. Hendy rasakan kehangatan serta licinnya punggung Santi yang lewat usapan untuk usapan di sekujur badan gadis itu. Rambut hitam sepinggul panjangnya punya gadis itu juga diungkapkan Hendy supaya tak menutupi sekujur punggungnya yang putih mulus itu. Santi mendadak lega demikian rasakan udara fresh seolah-olah meniup badannya yang merasa masih tetap kegerahan.

Wednesday, December 16, 2015

shanti pacarku yang yang ketiga


Saat Smu yaitu saat masa yang memanglah asyik di mana jalinan cintaku yang berlangsung 3 th. di SMA serta 3 kali juga saya berpacaran, pertama waktu kelas 1 saya berpacaran dengan satu diantara cewek popular di sekolahku jalinan kami singkat cuma bertahan 2 bln..

Cerita Ngentot Ibu Shanti Meronta Kenikmatan Saat di kelas 2 aku berpacaran dengan cewek manis hampir satu tahun aku bersama cewek ke duaku, karena sebab yang lain jadi kita putus saat naik ke kelas 3 selang beberapa minggu saat kita putus dan hubungan yang kali ini agak terasa aneh dan tak terduga di mana awal cerita aku sendirian dirumah sedang duduk di depan tv.

Namun lama kelamaan saya terasa jemu. Saya mengambil keputusan untuk keluar sebentar mencari rokok, mumpung ke-2 orang tuaku tengah tak dirumah, serta saya dapat bebas merokok. Serta saya juga keluar dengan sepeda motorku.

Basic sial warung rokok dekat rumahku tutup seluruhnya, serta langit mulai tertutup mendung. Saya sangsi sesaat, bingung apakah selalu mencari warung yang buka atau pulang saja, namun setahuku di dekat jalan raya sana ada warung yang buka.

Saya mengambil keputusan tetep mencari rokok ke warung di depan sana. Serta memanglah pada akhirnya saya dapat memperoleh rokok di warung itu. Gerimis mulai turun. Saat saya tengah terburu-buru menyalakan mesin motorku, kulihat seorang yang kukenal.

“Hei, Bu Shanti! ” saya memanggil wanita itu. Ia melihat serta tersenyum sembari menghampiriku.

“Hei Jo! Lagi apa anda? Beli rokok ya? ” bertanya wanita itu.

“He.. He.. Ibu tahu saja! ” “Sudah Ibu katakan, janganlah umumnya merokok! ” kata Bu Shanti, ”Nggak baik untuk kesehatan. ”

Saya hanya cengar-cengir. Bu Shanti yaitu guru privat adikku yang masih tetap kelas 6 SD. Satu minggu 2 x Bu Shanti ke rumahku untuk berikan les untuk adikku. Serta Bu Shanti telah jadi guru les adikku mulai sejak 3 bln. waktu lalu.

“Ibu ingin ke rumah kan? Bareng yuk, keburu hujan. ”Sejak pertama kalinya bersua Bu Shanti, diam-diam saya mengaguminya. Ia cantik serta anggun, juga baik hati, cerdas serta ramah. Saya paling sukai lihat Bu Shanti waktu ia menerangkan pelajaran untuk adikku.

Lama-lama rasa mengagumi akan itu beralih jadi cinta, namun tetap harus saya tidak pernah berani mengatakannya. Ya, janganlah kaget, pacar ketigaku-ya-Bu Shanti itu. Saya tidak perduli beda umur yang cukup jauh (saat itu Bu Shanti berumur 28 th., serta saya 18 th.), saya terus mencintainya. Hujan makin deras, serta saat kami tiba di rumahku, kami betul-betul basah.

“Masuk, Bu. Agar kuambilkan handuk”Dan saya baru tersadar, bila Bu Shanti terlihat lebih cantik waktu rambutnya basah. Dibalik bajunya yang basah sepintas terlihat lekuk liku badan seksinya, membuatku memikirkan hal yang bukan-bukan.

Kami duduk di sofa ruangan tengah, mengobrol sembari minum teh hangat.

“Bukannya jadwal lesnya masih tetap 1 jam lagi Bu? ” tanyaku.

“Iya sih. Ibu habis dari rumah rekan Ibu dekat sini, dari pada mondar-mandir, sekalian saja kesini. Lagipula tadi telah gerimis. ” Kami mengobrol cukup lama.

“Sini Bu, cangkirnya agar di isi lagi. ” Saya tawarkan.

“Eh, terima kasih! ” Saya terima cangkir yang diulurkan Bu Shanti serta beranjak ke dapur. Waktu saya membikinkan teh hangat, pikiran-pikiran kotor yang tadi pernah tertahan kembali nampak.

Saya memikirkan kalau Bu Shanti tidak kenakan apa-apa di badannya yang seksi itu. Serta makin kubayangkan gairahku makin menjadi-jadi.

“Ini, Bu! ” Saya menyimpan cangkir teh diatas meja. Bu Shanti tersenyum, “Terima kasih! ” Saya masih tetap berdiri di samping Bu Shanti.

Serta kulihat ia sedikit bingung, “Ada apa, Jo? ” Saya tidak tahu mengapa saya dapat demikian nekat saat itu. Dalam sekejab saya telah memeluk Bu Mona. Bu Shanti  sangatlah terperanjat serta berupaya melepas pelukanku.

Namun tenagaku lebih kuat. Kudorong badan Bu Shanti sampai rebah diatas sofa. “Jo, apa-apaan anda? ” Bu Shanti berontak atas perlakuanku. Tetapi perlukanku makin erat.

Saya berbisik pelan, “Aku mencintaimu, Bu! ” serta kulihat Bu Shanti makin terperanjat. Ia diam terpaku untuk sebentar. Saya memakai saat sebentar itu untuk merenggut terlepas kancing-kancing bajunya.

“Aku menginginkanmu, Bu! ”Kulihat payudara Bu Shanti yang bulat diisi dibalik bra putihnya. Bu Shanti cuma memandangku seolah tidak yakin apa yang barusan berlangsung. Ia telah tidak lagi meronta, kelihatannya telah pasrah bakal apa yang bakal berlangsung.

Pelan-pelan kuturunkan roknya, lantas kulepaskan bra putih itu. Di depanku saat ini terlihat terang payudara Bu Shanti yang sungguh indah, pinggang ramping, pinggul seksi, serta kaki-kaki jenjangnya. Badan Bu Shanti saat ini cuma tertutupi oleh celana dalam putih.

Tanpa ada menanti saya mulai mencumbui badan seksi Bu Shanti . Awal mula dari payudaranya. Kumainkan lidahku, kuciumi dengan penuh nafsu, sesekali lidahku memainkan putingnya yang menantang. Kurasakan badan Bu Shanti tergetar pelan, serta ia mulai mendesah pelan.

Kulanjutkan cumbuanku turun ke arah perut, serta semaki ke bawah. Kulepaskan penutup paling akhir badannya. Waktu itu kudengar nada Bu Shanti memohon pelan.

“Ja.. Janganlah, Jo! ” Namun saya tidak perduli, saya mulai mencumbu sela-sela paha itu. Harumnya liang kewanitaan Bu Shanti membuatku makin bergairah. Kepalaku kusisipkan diantara ke-2 paha Bu Shanti , serta mulai mencumbu liang kewanitaan yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

Kumainkan lidahku disana, terkadang bibirku memainkan klitorisnya sampai badan Bu Shanti bergetar, serta desahan-desahan pelan terdengar dari bibir Bu Shanti waktu jariku menyusup ke vaginanya.

“Mmmh, ya! Oh.. Ya, enak.. Oh.. Oh! ” Lidah nakalku selalu menari-nari disana, menyalurkan kesenangan yang mulai membius kesadaran Bu Shanti . Saat ini Bu Mona mulai tenggelam dalam permainan cumbuanku, desahan serta erangannya menyeimbangi tarian lidahku pada klitorisnya.

Ke-2 pahanya menjepit kepalaku. “Yaa.. Ya! Oh.. Oh, ya sayang.. Lanjutkan.. Oh.. Oh! ” Selang beberapa saat kurasakan getaran hebat badan Bu Shanti . Erangannya juga terdengar makin keras,

“AH.. Ya, ya.. Oh sayang.. Saya.. Saya keluar.. Oh ya.. Ooohh! ” Bu Shanti menggelinjang hibat serta liang kewanitaannya mulai dibanjiri cairan vaginanya, bikin vagina Bu Shanti makin becek. Saya menyapukan lidahku, menjilati cairan itu.

Saya lihat muka cantik Bu Shanti , saat ini bersemu merah, matanya terpejam, nafasnya terengah-engah, bibirnya keluarkan desahan-desahan pelan. Keringat membasahi badannya. Bu Shanti buka matanya, lantas memandangaku.

Masih tetap belum hilang rasa mau tahu dalam pandangan itu, seolah ajukan pertanyaan ‘Mengapa anda lakukan ini pada ibu? ’ namun bibirnya terus terkatup. Kusambut bibir Bu Shanti dengan bibirku. Sepanjang sebagian waktu kami berpagutan.

Serta kurasakan Bu Shanti mulai membalas ciumanku. Saya mulai melepas seluruhnya bajuku. Saat ini kami berdua telah tidak kenakan apa-apa lagi. Senjataku telah tegang mulai sejak tadi, seperti suatu rudal yang siap ditembakkan.

Ukurannya memanglah tak seperti punya bintang film porno yang kerap kulihat, namun cukup besar juga. Bu Shanti memandangku dengan tatapan sangsi bercampur takut. “Maaf, Bu! ” kataku pelan. Kutuntun penisku ke lubang vagina Bu Shanti .

Kurasakan Bu Shanti sedikit menampik waktu kepala penisku menyentuh klitorisnya.

“Ja.. Janganlah, Jo! Ja.. Janganlah dimasukkan, nan.. Kelak.. ”

“Ibu tidak usah cemas, Jo tanggung jawab, ” kataku,

“Jo menyukai Ibu! ”
“Ta.. Namun Jo.. ” Belum usai Bu Shanti bicara, saya telah menusukkan senjataku sampai masuk setengahnya.

“Ah.. Jo! ” Bu Shanti mulai meronta. “Tenang Bu! ” kupegangi ke-2 tangannya. Kurasakan lubang vagina Bu Shanti yang masih tetap sempit itu menjepit penisku serta meremas-remasnya. Saya bertanya-tanya, apa Bu Shanti masih tetap perawan.

Kudorong penisku sampai menyusup lebih jauh. Bu Shanti merintih, “Sa.. Sakit Jo.. ” “Iya.. Iya Bu! Jo pelan-pelan masukinnya. ”

Mungkin saja Bu Shanti nemang masih tetap perawan, pikirku. Kulihat titik-titik air mata mulai basahi matanya, serta ada beberapa yang jatuh ke pipinya.

“Jo.. Hentikan! Ja.. Janganlah diteruskan! ” desah Bu Shanti . Kepalang tanggung, pikirku. Serta kulesakkan penisku sampai masuk semuanya, hingga Bu Shanti menjerit.

“Ah.. Jo, sakit Jo! ”

“Tak apa-apa, Bu. Hanya sebentar sakitnya. ”

Kudiamkan penisku didalam vagina Bu Shanti sepanjang sebagian waktu, kurasakan pijatan lembut dinding vagina pada penisku.

Merasa nikmat sekali. Lantas saya mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, mengocokkan penisku didalam vagina Bu Shanti . Bu Shanti mengerang, awal mulanya tedengar rintihan kesakitan, tetapi makin lama bertukar desahan kesenangan.

“Ya.. Ya, Oh ya sayang! ”Peluh membanjiri badan Bu Shanti , matanya terpejam seolah-olah menjemput kesenangan yang datang bertubi-tubi. Desahannya menemani gerakan pinggulku.

“Oh, ya.. Oh.. Ouh. Selalu sayang! Enak, ja.. Janganlah berhenti, oh.. ” Saya selalu memompa penisku keluar masuk, menggesek dindinjg vagina yang basah itu. Kulihat tangan Bu Shanti meremas-remas payudaranya sendiri. Kesenangan telah menjalari semua tibuhnya.

Desahan serta erangan selalu menggema di ruang itu, berbaur dengan deru nada hujan diluar. Selang beberapa saat kulihat Bu Shanti menggelinjang hebat, serta dari bibirnya terdengar erangan panjang menendakan ia sudah meraih klimaks.

Kurasakan cairan hangat basahi penisku didalam vaginanya. “Oh, oh.. Ya.. Ooohh, sayang! Saya keluar, oh.. Oh..! ” Serta tanpa ada sadar tangannya meraihkui serta memelukku erat sembari selalu mengerang rasakan kesenangan puncak yang kuasai badannya.

“Oh.. Oh, ya ough! ” Nafasnya tersengal-sengal. “Ya, nikmat sekali, oh..! ”Akupun terasa telah nyaris meraih klimaks, jadi kupercepat gerakan pinggulku. Serta kelihatannya gerakanku meningkatkan kembali gairah Bu Shanti . Kurasakan pinggul seksi Bu Shanti menyeimbangi gerakan pinggulku.

“Oh.. Ya.. Oh, lagi sayang.. Oh! ” desah Bu Shanti , ”Lebih cepat lagi.. Oh.. Oh!! ” Serta selang beberapa saat kurasakan penisku berdenyut-denyut.

“A.. Saya nyaris keluar Bu! ” kataku, ”Keluarin dimana? ”

“Oh.. Keluarin saja.. Didalam.. Tidak apa-apa.. ” Serta saat itu juga saya meraih puncak, penisku memuntahkan banyak cairan mani ke vagina Bu Shanti , penuhi rongga kewanitaannya.

“Ough.. Bu! Saya keluar, Bu! Oh nikmat sekali, oh..! ” Bu Shanti menggelinjang lagi, ia meraih klimaks lagi sebentar sesudah saya orgasme.

“Ya.. Oh, ya sayang.. Saya juga keluar.. Oh.. Oh.. ”Tubuh kami bersimbah peluh, saya rasakan sangatlah capek. Badanku kurebahkan di sofa di samping badan Bu Shanti . Nafas kami tersengal-sengal. Kulihat muka Bu Shanti yang bersemu merah terlihat cantik, ia tersenyum.

“Kau.. Kau nakal Jo! ” tuturnya pelan,

”Tapi saya suka. ”

“I.. Ibu tak geram? ” Bu Shanti mencium bibirku.

“Aku memanglah geram pada awalnya, tapi-sudahlah-semuanya telah berlangsung, ” tuturnya, “Kau hebat! ”Hujan masih tetap turun dengan derasnya.

Adikku menelpon, tuturnya ia belum dapat pulang lantaran hujan belum reda. Serta saya menggunakan sore itu berdua berbarengan Bu Shanti . Kami masih tetap pernah bermain cinta sekali lagi saat sebelum ke-2 orang-tua serta adikku pulang.

Mulai sejak waktu itu saya terasa hubunganku dengan Bu Shanti makin dekat, semestinya sepasang kekasih. Bu Shanti jadi lebih ramah padaku. Terkadang bila ada saat senggang, saya main ke rumah Bu Shanti , atau bila rumahku sepi,

Saya mengundang Bu Shanti ke rumahku, serta kami dapat menggunakan sore dengan bermain cinta. Jalinan kami bertahan sepanjang 6 bln., serta selesai waktu saya lulus SMU serta mesti meneruskan ke perguruan tinggi di kota lain

Siang guru, malam wanita penghibur


Siang Guru, Malam Pelacur – Aneh seseorang guru yang mengajarkan etika serta ketentuan sosial pada murid-muridnya, bagaimanakah dapat jadi seseorang pelacur yang jelas-jelas menentang seluruhnya etika yang ia sampaikan, apakah lantaran argumen ekonomi atau permasalahan keperluan bakal sex yang mengakibatkan ini berlangsung mari kita ikuti cerita di bawah ini.
Juni Rosa permepuan berusia 31 th. memiliki pekerjaan juga sebagai seseorang guru di sekolah swasta terkenal di Surabaya. Rosa sudah menikah dengan pria bernama Suhendra yang pekerjaannya yaitu teknisi di pengeboran minyak terlepas pantai punya perusahaan asing yang cuma dapat pulang 5-6 bln. sekali.

Rosa berkemauan mengawali profesinya juga sebagai High Class Call Girl waktu ia paham lihat bukti bahwa suaminya main belakang, sepanjang bekerja di terlepas pantai Suhendra sukai membawa gadis-gadis nakal. Hal semacam ini ia kenali dari rekan suaminya yang memiliki dendam terhadapa suaminya, rekan suaminya itu memberikan sebagian photo hasil jepretannya sendiri yang berisikan photo suaminya tengah memluk serta mencium mesra gadis-gadis nakal. Rosa mengawali karirnya di bagian pelacuran kelas tinggi dengan menempatkan suatu iklan di koran, begini bunyi iklannya “Massage Maria, cantik serta memiliki pengalaman terima panggilan hub. 0812160700X “, dengan nama samaran Maria jadi dimulailah petualangan terlarang Bu guru kita ini.

SMS mulai mengalir ke handphone Rosa yang berisikan panggilan panggilan namun ada pula SMS yang berisikan kalimat-kalimat porno, Rosa tak menyikapi seluruhnya SMS itu lantaran hal semacam itu bakal menghabiskan waktu saja demikian dengan juga pembicaraan dengan calon-calon clientnya seluruhnya tidak berhasil meraih kata setuju. Ternikmat. com Lantaran harga yang diputuskan oleh Rosa sangatlah tinggi yakni 1, 5 juta sekali datang, sudah pasti tidak sering yang berani memboking Rosa.

Hingga satu waktu ada panggilan HP yang masuk waktu ia mengajar di kelasnya
“Permisi anak-anak ibu ingin terima telpon dahulu janganlah ramai ya! ”kemudian Rosa jalan keluar kelas serta terima panggilan itu.

“Hallo Maria? ” terdengar nada berat seseorang lelaki0
“Ya dengan siapa Pak? ”
“Berapa tarif anda semalam? ”
“1, 5 juta bayar di muka, tak kurang dari itu ”
“Ok done deal, kita ketemu di Kafe Bon Ami, Darmo Selatan jam 18. 30 kelak malam hingga di sana segera miss call saya ya bye.. tut tut tut”

Dalam hati Rosa terasa berdebar serta aneh lantaran ini yaitu pertama kalinya ia bakal memperoleh panggilan serius serta anehnya orang itu tak menawar harga yang ia kemukakan, Rosa termenung pikirkan telephone yang barusan ia terima hingga seseorang muridnya menegur
“Bu, Ibu sakit ya? ” bertanya seseorang muridnya
“Oh tidak apa-apa kok, mari masuk lagi” sembari memegang pundak muridnya

Sesudah usai mengajar Rosa selekasnya pulang serta menyiapkan diri, ia mandi serta berdandan secantik mungkin saja namun tak menor, dengan kenakan gaun malam warna hitam yang anggun, Rosa pergi ke Bon Ami memakai taksi. .

Rasa berdebar makin jadi waktu ia masuk kafe serta dengan tangan sedikit gemetar ia memanggil no. HP lelaki yang tadi siang menelponnya selekasnya saja terdengar bunyi handphone di sudut ruang yang rupanya berniat di simpan diatas meja oleh pemiliknya.
Mata Rosa melihat ke arah sumber bunyi itu serta lihat lelaki berusia 45 th. keturunan cina dengan baju necis serta berkacamata minus yang melambaikan tangan seakan olah telah mengetahui dirinya
“Hi Maria, silakan duduk di sini ”

Tutur lelaki itu sembari berdiri menjabat tangan Maria yang tidak lain yaitu nama samaran Rosa.
“Ok kita makan dahulu atau segera pergi nih? ” bertanya lelaki itu.
“Kita dapat segera pergi sesudah pembayaran di kerjakan ” tutur Rosa ketus
“Wow enjoy saja non janganlah takut ini saya bayar saat ini ”
Suatu amplop coklat disodorkan serta segera dibuka serta dihitung oleh Rosa
“Ok 1, 5 juta kita pergi, omong omong nama ayah siapa ” bertanya Rosa
“Teman-teman memanggil saya A Cun, yuk pergi ”
A Cun menggandeng tangan Rosa dengan mesra seperti istrinya sendiri.
Goal55-Banner-Besar

Dengan memakai mercy new eyes, A Cun membawa Rosa meninggalkan kafe dengan enjoy namun pasti mobil dibawa menuju ke arah daerah perumahan elit di daerah Dharmahusada. Saat hingga di depan suatu rumah elegan dengan pagar tinggi A Cun membunyikan klaksonnya, pagar besi itu terbuka dengan cara automatis walau tak terlihat orang di halaman rumah elegan itu, sesudah mobil masuk hingga di teras rumah seorang dengan seragam batik lari kecil hampiri mobil.

“Selamat datang Koh A Cun “sambil membukakan pintu mobil.
“Yang yang lain telah pada kumpul toh, Yok? ” bertanya Koh A Cun pada lelaki mengenakan seragam itu
“Sudah Pak, silakan Pak ” kata petugas yang bernama Yoyok ini.
Mobil A Cun selekasnya dibawa untuk di parkir oleh yoyok yang rupanya bertugas juga sebagai valet service. Acun serta Rosa segera masuk ke rumah elegan itu
“Ini rumah Koh A Cun ” bertanya Rosa mengagumi akan lihat ruangan tamu yang besar serta dipenuhi barang mewah
“Oh bukanlah, ini rumah perkumpulan sejenis club untuk kami untuk melepas kepenatan” ucap Koh Acun seraya buka pintu ruangan tengah yang di dalamnya diisi 3 orang lelaki serta 3 wanita.
Di ruang itu ada 5 kasur king size, 2 meja biliard, 3 set sofa elegan serta suatu mini bar yang teratur apik cocok dengan ruangan yang relatif besar itu, dari situasi ruang telah bisa diprediksikan bahwa ruang ini kerap di gunakan juga sebagai arena maksiat.

“Hoi Cun, lama sekali anda, dapet barang baru ya? ” bertanya seseorang lelaki cina berusia 56 th. yang di panggil Koh A Liong.

“Ah tidak enak ah ngomong gitu di depan orang ” elak A Cun
“Koh A Cun, mending anda kasih Mbak ini untuk aku saja, anda pakai saja satu diantara SPG yang saya bawa” ucap lelaki berbadan gemuk besar serta berkulit sawo masak yang di panggil dengan panggilan Pak Angkoro.

A Cun mencermati SPG yang di tawarkan padanya, di antara tiga SPG itu ada satu yang paling menarik hatinya yakni Lyvia Go. SPG berusia 21 th. berdarah cina dengan tinggi 168 cm serta berat 48 kg wajahnya serupa Ineke, dengan penampilannya yang kenakan rok super mini dengan atasan baju ketat nan tidak tebal bikin A Cun tidak dapat menampik tawaran Pak Angkoro
“Ok deh, Pak Angkoro bisa ambillah Maria, saya pinjam Lyvia ” sahut acun sembari segera menarik pinggang Lyvia serta mereka berdua lakukan deep kissing yang sangatlah panas hingga terdengar lenguhan lenguhan nafas mereka.
Lyvia yang diciumi dengan ganas selekasnya membalas ciuman itu sembari buka kancing bajunya yang seolah tidak muat menyimpan payudaranya yang montok. Dengan rakus Koh A Cun memelorotkan BH Lyvia serta menghisap puting berwarna coklat muda itu, sembari bercumbu tangan Koh Acun bergerak melingkar pinggang Lyvia serta melepas kait rok mini serta melepaskan rok itu turun hingga saat ini Lyvia Go cuma kenakan BH yang telah tak menutupi payudaranya serta suatu celana dalam berwana putih berenda tidak tebal yang sangatlah seksi sekali menempel di badannya yang putih bak mutiara.
Dengan sekali angkat badan Lyvia Go dibawa Koh ACun menuju ranjang paling dekat, lantas menelentangkannya sembari melepaskan celana dalam seksi itu dari tempatnya hingga tampaklah kemaluan Lyvia yang telah dicukur bersih, tanpa ada menghabiskan waktu A Cun selekasnya menjilat serta menusuk nusukkan lidahnya ke vagina Lyvia yang diikuti dengan erangan nikmat dari Lyvia.
“Ahh, aduh enak Koh, dasyat aargh ”
“Enak ya Go? Anda telah berapakah kali ngeseks sepanjang jadi SPG ” bertanya A Cun sembari mengocok vagina Lyvia dengan dua jari sembari kadang-kadang menggosok-gosok kelentit mungil itu dengan jempolnya.
“Ini yang ke tu.. juh aah hi hi hi aduh geli Koh ”
“Yang pertama ama siapa ” selidik A Cun mencari mencari daerah g-spot dengan ujung jarinya
“Yang pertamaa, aduh yah yah aauh disitu Koh enak, yang pertama sama Pak Angkoro di WC showroom aah”

Untuk mengakhiri pemanasan ini jadi A Cun tempelkan lidahnya di kelentit Lyvia, lalu menggeleng-gelengkan serta memutar-mutar kepalanya dengan lidah terus melekat di kelentit. Terima rangsangan dasyat itu badan Lyvia melengkung seperti busur panah yang siap melesatkan anak panahnya.
“Aduh Koh A Cun, aargh masukin saat ini Koh janganlah siksa saya lebih lama lagi hm? “.

Lihat Lyvia telah terangsang berat jadi Koh A Cun selekasnya hentikan permainan oralnya serta melepas pakaiannya sendiri dengan cepat, Lyvia yang lihat Koh A Cun melepas pakaiannya mengagumi akan lihat tubuh Koh Acun yang berotot, dadanya yang bagian serta perutnya yang terdiri 8 kotak sangatlah seksi di mata Lyvia yang umumnya melayani Pak Angkoro yang gendut. Ternikmat. com Makin bernafsu untuk selekasnya bersetubuh jadi Lyvia Go menolong melepas celana Koh A Cun serta begitu kagetnya Lyvia Go saat celana itu turun segera muncul benda selama 16. 5 cm (wah nyatanya Koh A Cun tak gunakan celana dalam loh, namun dengan tak menggunakan celana dalam juga sangatlah baik untuk kesuburan pria kata Pak dokter).
Dengan posisi kaki yang dibuka lebar lebar, Lyvia menunggu Koh Acun sembari tangan kanannya menggosok-gosok gosok klitorisnya sendiri, Koh Acun mengambil posisi di dalam tengah kaki Lyvia yang terbuka lebar serta mengarahkan penisnya di muka pintu gerbang kewanitaan Lyvia

“Aku masukin ya Lyv? ”
“Sini kubantu Koh ” Lyvia memegang penis A Cun serta mengarahkannya ke liang senggamanya
“Seret banget ya Lyv, jadi sulit masuk nih”
“Koh janganlah bercanda terus-terusan ah, kapan masuknya? ”
“Ya telah nih rasain Lyv”
“Aauh aah aah pelan dikit Koh ”
Pada akhirnya pelan namun selamat, penis Koh A Cun amblas ke vagina Lyvia serta permainan kuda kudaan spesial dewasapun diawali, Koh A Cun memaju mundurkan pantatnya dengan tempo tengah sembari memegang ke-2 betis Lyvia juga sebagai tumpuan tangannya.

Berpindah ke ibu guru kita yakni Rosa Maria yang hanya bengong lihat permainan permainan liar di sekitarnya.

“Wah suasananya panas ya? ” Pak Angkoro menyapa Rosa Maria yang bengong
“Ah tidak juga Pak, kan ada AC” balas Rosa risih
“Nggak panas bagaimana, cobalah anda saksikan orang orang itu pada telanjang ngapain cobalah? ”
“Eeng eeng bagaimana ya Pak ”
“Eng eng eng apa, mari terlepas bajumu, kamukan telah di bayar toh? ”
Rosa terasa harga dianya diinjak-injak, didalam hati Rosa Maria berkata “Aku yaitu seseorang guru yang dihormati serta disegani oleh anak didik serta rekanan sekerjaku mengapa untuk dendam pada suami saya mesti menjerumuskan diriku ke lembah nista namun telah terlambat”, air mata mulai menetes di pipi Rosa.

“Wah, kok jadi nangis iki piye? Waduh!! ” Pak Angkoro mengelus-elus perutnya yang besar lantaran bingung.
“Nggak Pak, mari kita mulai saja permainan ini ” Rosa menyeka air matanya.
“Ya gitu dong, itu baru semangat profesional janganlah nangis lagi ya ”
Rosa buka gaun malamnya dengan pedih serta rasa hampa, demikian pula Pak Angkoro beliau buka semua bajunya menunjukkan badannya yang gemuk serta hitam.
“Sini Ros, ayah bakal bikin anda melayang layang ” pangil Pak Angkoro
Rosa yang masih tetap malu serta canggung tutup badannya yang bugil dengan tangannya sebisa-bisanya sembari mengambil langkah ke arah Pak Angkoro

“Wah kok malu malu gitu, janganlah cemas Ros ayah tidak bakal kasar kasar sama anda “, Pak Angkoro melihat badan Rosa dari atas ke bawah. Jakunnya naik turun melihat badan Rosa yang mengundang selera, kulitnya yang kuning langsat seperti kulit putri kraton walau tak seputih Lyvia namun pancaran erotik dari mata Rosa seperti cahaya pancasona pusaka tanah jawa. Serta langkah gerak Rosa Maria sungguh menghidupkan gairah, keayuan khas gadis jawa terpancar dari tiap-tiap lekuk badannya serta terlebih payudaranya yang berwarna kuning gading sungguh mengundang birahi lelaki manapun yang melihatnya.

Dengan lembut Pak Angkoro meletakan ke-2 telapak tangannya diatas payudara Rosa serta mulai memijat lembut sembari perlahan-lahan ia menempelkan bibirnya ke bibir Rosa yang sensual di lumatnya bibir Rosa, makin lama makin panas hingga ke-2 badan itu seakan jadi satu, Pak Angkoro melingkarkan tangannya ke pinggang Rosa serta menariknya hingga lekat pada badannya serta mencumbu Rosa dengan penuh nafsu. Dihisap serta dimasukannya lidahnya kedalam relung relung mulut Rosa hingga harus Rosa membalas pagutan-pagutan liar itu.

Hasrat kewanitan Rosa betul-betul dibangkitkan oleh Pak Angkoro yang berlaku seperti kuda jantan serta menguasai seriap permainan ini. Rosa mulai rasakan udara panas naik dari dadanya ke ubun-ubun yang bikin Rosa makin tidak berdaya melawan udara maksiat yang demikian kental dalam ruang ini hingga pada akhirnya Rosapun terlarut dalam udara maksiat itu.
“Ros saya minta dioral dong ” sembari menyodorkan penis hitamnya yang berdiameter 5 cm dengan panjang 14 cm.

“Nggak ah Pak, jijik saya! ih! ”
“Wah anda kudu profesional Ros, bila kerja janganlah setengah-setengah gitu dong, gini saja anda tidak oral bila hingga anda orgasme bermakna anda kudu ngoral saya yah? ”
Belum pernah Rosa menjawab Pak Angkoro sudah menyelusupkan kepala diselangkangan Rosa serta mulai memperlancar semua jurus simpanannya dari mulai jilat, Ternikmat. com tusuk hingga jurus jus yang memnyapu rata semua dinding permukaan vagina Rosa hingga kurun waktu 7 menit Rosa telah di buat kejang-kejang.

“Oooh Pak oouh oh pa.. ak” Rosa meregangkan ototnya hingga batas optimal.
“Tuh anda telah orgasme, tidak dapat bohong saat ini giliranmu” ucap Pak Angkoro suka
Pak Angkoro menarik kepala Rosa dengan tangan kirinya sesaat tangan kanannya memegang penisnya sendiri sembari mengocok enteng, sesudah mulut Rosa dalam jangkauan tembak Pak Angkoro selekasnya menjejalkan penisnya ke mulut Rosa

“Ayo dong Rosa” Pak Angkoro menyuapkan penisnya seperti menyuapkan makanan pada anak kecil, sesudah penisnya ada dalam mulut Rosa jadi dengan menjambak rambut Rosa Pak Angkoro memaju mundurkan kepala Rosa

“Ehm ehm Pak Angko.. ehm ehm” Rosa berupaya bicara namun jadi tersenggal senggal “Udah diam aja deh Ros jangan banyak bicara emut!”

Sesudah lima menit jalan Rosa pada akhirnya dengan cara mandiri mengulum ujung penis Pak Angkoro, sesaat tangannya mengocok dengan kasar pangkal penis Pak Angkoro.
“Yes gitu Ros, wah anda lebih hebat dari istriku loh, ingin tidak anda jadi gundikku? ” Pak Angkoro bicara ngawur lantaran keenakan dioral Rosa. Terasa jemu dengan permainan oral pada akhirnya Rosa meminta untuk bercinta.

“Udahan dong Pak, kita ngesks yang bener saja ya? ” bertanya Rosa dengan halus
“Ok, anda yang minta loh”
Pak Angkoro menarik Rosa yang semula mengoral dia dalam posisi jongkok menuju meja biliard serta menyuruh Rosa menumpukan ke-2 tangannya menghadap meja bilirad sesaat Pak Angkoro yang ada di belakang Rosa mengatur posisi sodokan perdananya.

“Ros nungging dikit dong, ya gitu sip! ” Pak Angkoro mengelus pantat Rosa yang bahenol lalu mengarahkan senjatanya ke vagina Rosa.

“Aaouh Pak Angkoro, pelan Pak sakit penisnya ayah sih kegedean ” ucap Rosa 1/2 meledek.
“Wah anda itu muji apa mengejek Ros? mungkin saja vaginamu yang kekecilan Ros” Pak Angkoro membalas ejekan rosa dengan menarik pinggul Rosa ke belakang dengan cara cepat jadi amblaslah semua penis Pak Angkoro.

“Auuw gede banget, aauw aah ” Rosa mulai menggoyang pinggulnya berupaya mengimbangi goyangan Pak Angkoro
Pak Angkoro membenamkan penisnya dalam-dalam dengan menarik pinggul Rosa kebelakang, dengan penis masih tetap tertancap di vagina Rosa lalu Pak Angkoro memutar pinggulnya membuat lingkaran hingga penis yang di dalam vagina Rosa menggencet serta menggesek tiap-tiap syaraf syaraf nikmat di dinding vagina.

“Aauh, Rosa keluar ahh” Rosa alami orgasme yang mengakibatkan tiap-tiap otot di badan Rosa mengencang hingga badannya kelojotan tak teratasi.
“Loh Ros, kok telah KO, belum 10 menit kok telah orgasme wah ini bila cowok namanya edi, ejakulasi awal bila anda bermakna menanggung derita odi orgasme awal, mari terusin hingga saya keluar juga ”

Pak Angkoro ganti posisi bersenggama dengan mengangkat badan Rosa serta menidurkannya di meja biliard. Lalu kaki rosa dibentangkan oleh Pak angkoro lebar-lebar serta dengan kemampuan penuh penis besar itu menerjang mendobrak pintu kewanitaan Rosa, Ternikmat. com hingga klitorisnya turut tertarik masuk, Rosa yang masih juga dalam situasi orgasme semakin menggila terima sodokan itu hingga dengan cara refleks rosa mencakar bahu Pak angkoro.

“Oouchh Rosa anda ini apa-apaan sih, kok main cakar-cakaran semua? ”
“Oouh aash sorry, setelah rosa tidak tahan sih ama sodokannya Mas yang demikian perkasa” rayu rosa supaya Pak angkoro tak geram.
“Jangan cakar lagi ya, jika tak rasain ini” Pak Angkoro menggigit puting Rosa dengan lembut namun sedikit menyakitkan.

“Aauw nakal deh” ucap rosa sembari menggoyangkan pinggulnya sendiri supaya penis Pak Angkoro terus menggesek dinding vaginanya.

Kurun waktu singkat Rosa yang awal mula seseorang guru sudah berevolusi jadi pelacur kelas tinggi yang benar benar profesional baik dari kebinalan ataupun ucapannya, seluruhnya telah beralih Rosa saat ini benar benar seseorang pelacur sejati.

Mamahku Tante Girang


Telah lebih setahun saya kuliah di Yogya mulai sejak th. 2001 lantas serta berlibur semester tempo hari saya memiliki kesempatan pulang ke daerah asalku di suatu kota kecil di Sumatra. Dirumah cuma tinggal saya, ke-2 orangtua serta adikku yang masih tetap sekolah si SMU. sehari-hari ayahku repot usaha. terkadang pergi satu minggu serta hanya sekian hari dirumah, itupun hanya sesaat saja. Saya tak pernah menganggap bila ibuku termasuk juga wanita yang libidonya tinggi, sampai dengan biasanya ayahku pergi, terang nafsunya tidak tersalurkan.

Saya tahu, ayahku juga mempunyai pacar di kota-kota yang kerap disinggahinya, lantaran saya pernah pergi dengannya sekian hari serta malamnya saya tahu dikamar sebelahku (yang diinapi ayahku) terdengar suara-suara erangan. Paginya saya masuk ke kamar ayahku serta merasakan mereka tengah mandi sembari bercinta. Kembali pada permasalahan Ibuku, mulai sejak satu minggu saya tiba dirumah, ayahku tengah pergi ke luar kota. Malamnya saya pergi dengan sebagian rekanku, kebetulan malam itu malam minggu. Adikku juga pergi ngapelin pacarnya. Ibuku tinggal sendirian di Rumah. Belum jam 9 saya mengambil keputusan untuk pulang ke Rumah untuk temani ibuku.

Butuh ku terangkan rumahku ada disebuah desa yang penduduknya tak terlampau banyak. Dekat rumahku ada suatu sungai serta dikelilingi sawah. Rumahku dikelilingi tembok setinggi 2 mtr. di samping serta belakang. Setibanya dirumah, saya merasakan pintu depan dikunci. Saya lantas jalan ke belakang, namun demikian tiba disamping kamar ibuku kudengar suara-suara orang terlibat percakapan pelan. Ada nada laki-laki. Kupikir ayahku telah datang. Namun kudengar nada itu nada laki-laki yang ku kenal serta bukanlah ayahku. Saya jalan mendekati jendela kaca lebar yang tertutup tirai putih. Lampu di dalam remang-remang. kucoba mencari celah tirai untuk lihat kedalam serta kutemukan di dalam pertemuan pada dua tirai.

Saya lantas jongkok sembari mengintip ke. kulihat ibuku tengah bercakap mesra dengan laki-laki muda yang telah sangatlah ku kenal lantaran dia rekanku. Namanya Akbar. Dia anak tetanggaku yang putus sekolah lantaran orang tuannya miskin. Saya tidak tahu bagaimanakah dia dapat menjalin affair dengan Ibuku, namun yang ku tahu kontolnya besar serta cokelat. Saya pernah beberapakali mandi telanjang di sungai saat SMU sama dia serta sebagian rekan sembari masturbasi dengan sabun mandi. Kami berteman akrab dengan orang lain serta pernah mengurutkan ukuran kontol yang terbesar. Akbar, saya, Iwan serta Adi. Kulihat mereka berhenti bercakap-cakapa sembari pelan Akbar mencium bibir Ibuku (umur ibuku seputar 40 th.).

Ibuku membalas pelan serta merk tampak romantis sekali. Tangan Akbar meremas payudara Ibuku yang masih tetap terbalut daster merah yang bertali. Tangan Ibuku mengelus-elus kontol Akbar yang terbalut celana jeans. Tosisi mereka terbaring berhadap-hadapan. Akbar serta Ibuku sama-sama menjulurkan lidah serta menghisap lidah serta bibir masIng-masing sembari tangan selalu bergerilya. Tangan Akbar telah masuk ke daster Ibuku yang talinya telah turun serta memperlihatkan payudaranya yang dibalut BH. Lantas Akbar pelan turunkan ciumannya ke leher Ibuku sembari tangannya melepas kait BH. Dengan mulut dia melepas kait BH dari punggu Ibuku sampai memperlihatkan payudaranya yang mulai kendor.

Ibuku terduduk dengan bertumpu di ujung ranjang. Akbar buka pakaian kaosnya serta duduk disamping kanan Ibuku sembari selalu menciumi payudara serta meremas vaginanya. Pakaian ibuku telah turun hingga paha, nyatanya dia telah tak Gunakan CD. Vaginanya selalu dielus-elus oleh Akbar. dia menggelinjang serta mengerang-erang pelan sembari tangannya mencari-cari penis Akbar. Tangannya coba buka celana jeans Akbar yang sisi depannya telah menyesak menggumpal. Akbar hentikan ciumannya serta turun dari ranjang. Di depan ibuku yang meraba-raba vagian serta payudaranya sendiri, Akbar buka celana Jeansnya, meninggalkan CD putih yang penisnya telah menyeruak keluar serta sedikit berlendir. “Ayo, sayang” erang Ibuku pelan. Akbar jalan serta naik lagi ke kasur, kesempatan ini dia berlutut disamping ibuku serta membiarkan Ibuku keluarkan penisnya serta bermain dengannya. Pelan ibuku keluarkan penis dari CD serta mengelusnya pelan, lantas Akbar berubah kedepan, persis di depan Ibuku. Lidah Ibuku pelan menjilati penis

Akbar yang tegang, hitam kecoklatan. Lidahnya menjilati ujung penis Akbar seperti makan es cream, lantas pelan-pelan memasukkan penis Akbar ke mulutnya. Akbar mengerang serta meremas rambut Ibuku yang terurai. Pelan-pelan akbar menggoyangkan pantatnya serta bikin penisnya keluar masuk di mulut Ibuku yang duduk tegak dengan kaki mengangkang di antara badan akbar yang berlutut di hadapannya. Kulihat Akbar serta Ibuku demikian nikmati permainan mereka dengan erangan serta sentuhan. Saya yang mulai sejak tadi ngintip sembari jongkok saat ini berlutut serta keluarkan penisku dari sarangnya sembari mengelus pelan selalu lihat adegan di dalam kamar.

Kulihat Akbar mengerang sembari melepas penisnya dari mulut Ibuku serta mengocoknya sampai sperma muncrat di muka ibuku yang menjilati penis Akbar. Akbar lantas berbaring di ranjang, ibuku turun dari ranjang mengambil tissue serta melap penis akbar yang mulai lemas terkulai. Lantas ia beranjak ke kamar mandi dengan telanjang bulat. Ibuku terbalut handuk saat keluar dari kamar mandi dengan muka bersih dari sperma sembari membawa satu gelas minuman serta mencicilkannya ke Akbar. Saya hentikan kocokan di penisku dengan harapan show bakal berlanjut. Kulihat ibuku beranjak menghidupkan TV, suaranya terdengar sayup-sayup keluar serta kudengar nada rintihan serta erangan, segera ku tebak itu VCD porno.

Lima menit ibuku nonton sembari duduk di bibir ranjang. Akbar juga melihat sembari masih tetap berbaring telentang. Sepuluh menit lalu kuliahat penisnya mulai jadi membesar lagi sembari tangannya mengelus-elus hingga ukuran optimal. Lantas dia beranjak kebelakang ibuku serta memeluknya sembari menciumi punggu serta melepas handuk serta meremas payudara ibuku. Ibuku memeluk leher Akbar dari depan sembari berciuman. Akbar sembari selalu mencium Ibuku beranjak turun dari ranjang serta menghadap ibuku yang masih tetap duduk di tepi ranjang, dia berlutut di hadapan ibuku serta mengarahkan berwajah ke vagina ibuku. Ibuku segera mengangkangkan kakinya sampai akbar leluasa mengarahkan lidahnya ke vagina ibuku.

Akbar menjilati vagina ibuku yang menggelinjang serta mengerang pelan. Ibuku makin mengangkangkan kakinya dengan tangan menyokong badan di ranjang. Akbar selalu menjilati serta mengulum vagina Ibuku hingga dia ingin orgasme, tampak dengan badannya yang menegang serta ia memegang kepala Akbar yang ada diselangkanagnanya. Akbar melepas cumbuannya serta membiarakan Ibuku tenang dahulu dengan menciumi bibirnya pelan serta mesra sembari merebahkan badan Ibuku di ranjang dengan kaki masih tetap menjulur ke lantai. Penisnya melekat di paha ibuku yang memeluknya sembari mengelus punggung Akbar

Saya juga di luar yang mengintip sembari masturbasi hampir orgasme, namun kutahan untuk adegan setelah itu yang kutunggu-tunggu. Akbar masih tetap mencumbu bibir Ibuku dengan mesra serta lembut, tangannya menyokong pada kasur sampai tak melekat di badan ibuku, penisnya digesek-gesekkan di seputar selangkangan Ibuku. Akbar beranjak menuju meja rias serta mengambil suatu hal yang nyatanya yaitu cairan pelicin. Dia melumuri penisnya dengan pelicin serta vagina Ibuku. Lantas akbar berlutut di depan ranjang serta menarik badan Ibuku ke depan penisnya. Kaki ibuku mengangkang di bahu Akbar yang tengah memain-mainkan penisnya di liang vagina Ibuku. Sesudah siap, Akbar menghimpit pelan penisnya masuk vagina Ibuku yang merekah di hadapannya. Lantas sesudah masuk seluruhnya, ia mulai mengocok penisnya di vagina Ibuku.